Download our available apps

Kurangi Penggunaan Air Tanah, Pelaku Usaha di Pekanbaru Diajak Beralih ke SPAM
Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, pada sosialisasi Perwako Nomor 9 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum.

Betuah Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mengajak pelaku usaha di wilayah setempat untuk mengurangi penggunaan air tanah dan beralih ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola PDAM Tirta Siak.

Ajakan itu disampaikan Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, pada Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum Dalam Rangka Pengendalian Penggunaan Air Tanah, Selasa (12/5/2026).

Sosialisasi yang dipusatkan di Prime Park Hotel ini diikuti para pelaku usaha di Kota Pekanbaru.

Usai kegiatan, Ingot menyebutkan bahwa kebijakan untuk mengurangi penggunaan air tanah tersebut diambil untuk menyikapi kondisi geografis Pekanbaru yang terus mengalami penurunan elevasi.

Baca Juga

Adanya penurunan permukaan tanah ini dampak dari penggunaan air tanah yang berlebihan.

?"Kita siapkan regulasi ini untuk menyikapi kondisi lingkungan. Elevasi air tanah kita terus menurun, sehingga harus ada tata kelola yang jelas dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat tanpa merusak ekosistem," ujarnya.

?Dirinya menyoroti ketimpangan antara jumlah bangunan di Pekanbaru dengan jumlah Sambungan Rumah (SR) air perpipaan yang ada saat ini. Saat ini belum banyak bangunan di Kota Pekanbaru yang terintegrasi dengan layanan air bersih pemerintah.

Untuk itu melalui Perwako Nomor 9 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum Dalam Rangka Pengendalian Penggunaan Air Tanah, diharapkan para pelaku usaha dapat mengubah pola pikir untuk beralih dari penggunaan air tanah ke air perpipaan.

"Dukungan pelaku usaha dinilai krusial untuk melindungi ketersediaan air bersih di masa depan," tegas Ingot.

Sementara itu, Plt Direktur PDAM Tirta Siak Pekanbaru Suryana, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Kapasitas produksi SPAM saat ini maksimal 1.000 liter per detik.

"Secara bertahap menjangkau empat zona yang ada di Kota Pekanbaru," ucapnya.

Suryana menjelaskan bahwa pihaknya mengelola tiga unit SPAM yang melayani 13 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru. Ada dua kecamatan lagi yang belum terjangkau SPAM.

"Wilayah pelayanan saat ini memang belum mencakup seluruh kota karena pertimbangan investasi, namun optimalisasi terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur SPAM yang ada," ungkapnya.

Adanya Perwako ini juga bentuk komitmen pemerintah kota untuk menjamin ketersediaan air bersih. Satu upayanya melalui pengolahan yang profesional sekaligus mencegah dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas di masa mendatang.***