Betuah Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, di tahun ajaran 2026/2027 ini menjalin kerjasama sekolah gratis dengan 38 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta.
Puluhan sekolah tersebut terdiri dari 15 MTs di antaranya, MTsN 2 Pekanbaru, MTs An Najah Pekanbaru, MTs Al-Mukarramah, MTs Hasanah Pekanbaru, MTs Masmur Pekanbaru, MTsS Al-Fajar, MTs YKWI Pekanbaru, MTs Ash Shiddiq, MTsS Ummi Fatimah Pekanbaru dan MTs Tahfizh Rabbaniy.
Kemudian MTs Diniyah Putri, MTs Muhammadiyah 01 Pekanbaru, MTs Nurul Yaqin Pekanbaru, MTs Baitul Amal, serta MTs Darul Ihsan.
Lalu ada 23 SMP swasta, yakni SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu, SMP IT Al-Muhajirin, SMP Tri Bhakti, SMP Pekerti Mulya, SMP Islam YLPI, SMP Masmur, SMP Tunas Karya, SMP Nurul Falah, dan SMP Yabri Terpadu.
Kemudian SMP Widya Graha, SMP PGRI, SMP Dwi Sejahtera, SMP IT Masmur 2 School, SMP Nurul Falah Kulim, SMP Muhammadiyah 5, SMP Islam Nurul Hidayah, SMP Plus At Thoiba, SMP Bukit Raya, SMP IT Darul Fiy Azkya, serta SMP IT Aziziyyah.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menyebutkan, kerjasama sekolah gratis dengan 15 MTs dan 23 SMP swasta ini merupakan implementasi dari program Zero Putus Sekolah.
Melalui program Zero Putus Sekolah, tidak boleh ada anak di Kota Pekanbaru yang gagal melanjutkan pendidikan karena terkendala biaya ataupun tidak tertampung di sekolah negeri.
"Jadi, orang tua tidak perlu risau soal biaya sekolah anak. Kalau tidak lulus atau tidak tertampung di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru. Biayanya ditanggung penuh oleh pemerintah," ungkap Agung, Kamis (25/6/2026).
Disampaikannya, program Zero Putus Sekolah merupakan bentuk komitmen Pemko Pekanbaru dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah.
Karena itu, pemerintah telah memasukkan 38 MTs dan 23 SMP swasta yang telah bermitra dengan Pemko Pekanbaru tersebut ke dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
"Intinya tidak boleh ada anak Pekanbaru yang putus sekolah. Kami siapkan jalurnya, kami siapkan sekolahnya, dan kami tanggung biayanya. Itulah program Zero Putus Sekolah yang sedang kami jalankan," tutup Agung.***
