
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho pada safari Ramadhan perdana di Masjid Baitul Amanah, Perum Bukit Barisan, Kamis (19/2/2026) sore.
Betuah Pekanbaru - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, mengajak Bank Riau Kepri (BRK) Syariah untuk berkolaborasi dengan pemerintah kota setempat untuk mengentaskan stunting.
Ajakan itu disampaikan Walikota Agung di hadapan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah Fajar Restu Febriansyah yang turut hadir pada safari Ramadhan perdana Pemko Pekanbaru di Masjid Baitul Amanah, Perum Bukit Barisan, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kamis (19/2/2026) sore.
Dikatakannya, kolaborasi dunia usaha diperlukan mengingat terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah kota untuk menuntaskan berbagai persoalan salah satunya stunting.
"Dengan keadaan saat ini transfer kas daerah dari pusat itu berkurang Rp400 miliar tahun ini, tentu kami mengajak sama-sama berkolaborasi membangun Kota Pekanbaru," ucapnya.
Untuk pengentasan stunting, terang Walikota Agung, Pemko Pekanbaru sendiri telah membentuk Badan Stunting Pekanbaru dengan pola kerjasama menjadi bapak angkat atau bapak asuh anak stunting.
Melalui pola tersebut, nantinya Pemko Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan dibantu para camat, lurah, RT, RW dan kader posyandu akan mendata anak-anak yang beresiko dan alami stunting.
"Setelah didata, lalu kami bisa kami sampaikan ke Bank Riau. Mungkin nanti Bank Riau melalui beberapa cabang yang ada di Pekanbaru, bisa bekerjasama dengan posyandu untuk penyaluran bantuan," papar Walikota Agung.
Dijelaskannya, butuh anggaran sebesar Rp1.200.000 per bulan untuk satu anak stunting. Dalam penanganannya, bantuan disalurkan selama tiga bulan.
"Nanti silahkan Bank Riau bekerjasama dengan kader posyandu. Nanti kader posyandu yang akan menerima uangnya dan langsung memasak makanan untuk bayi dan menyalurkan," ujarnya.
Di 2025 lalu, lanjut Walikota Agung, Pemko Pekanbaru telah berhasil menangani sebanyak 3.000 lebih kasus stunting. "Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting," tutupnya.***