
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, memberikan keterangan usai pertemuan membahas kerjasama antar daerah.
Betuah Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, menjalin kerjasama di berbagai bidang mulai dari perizinan hingga perikanan.
Kerjasama yang terjalin antar daerah itu disampaikan Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, usai menerima kunjungan kerja Bupati Kepulauan Meranti Asmar, bertempat di komplek perkantoran terpadu di Tenayan Raya, Senin (13/4/2026).
Turut hadir di kesempatan itu Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil.
Dalam keterangannya, Agung menyampaikan bahwa kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang sebelumnya telah dilakukan kedua daerah.
Selanjutnya, kerjasama akan diimplementasikan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya. Kami telah menyepakati MoU. Hari ini dilanjutkan dengan pembahasan teknis melalui PKS antar OPD,” ungkap Agung.
Dikatakannya, di bidang perizinan terdapat berbagai inovasi Pemko Pekanbaru yang akan diadopsi oleh Pemkab Kepulauan Meranti seperti percepatan perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sebelumnya merupakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Untuk percepatan perizinan PBG, terang Agung, Pemko Pekanbaru beberapa waktu telah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Perizinan Akuntable Mudah Amanah dan Nyaman (SIP AMAN).
Melalui aplikasi ini, perizinan PBG/IMB yang membutuhkan waktu hingga 2 tahun, saat ini sudah dapat diselesaikan dalam hitungan hari, bahkan jam
Selain PBG, Pemko Pekanbaru juga membagikan inovasi layanan terpadu berbasis aplikasi “Pekanbaru Aman” yang terintegrasi dengan layanan darurat 112 dan didukung oleh tim reaksi cepat.
“Aplikasi ini akan kami serahkan secara menyeluruh, mulai dari kelembagaan, prosedur tetap, mekanisme, tahapan, hingga tata cara operasionalnya agar dapat langsung diterapkan di Kabupaten Kepulauan Meranti," ucap Agung.
Selanjutnya, kerjasama kedua daerah juga mencakup sektor lingkungan, khususnya pengelolaan sampah melalui pembentukan Lembaga Pengolahan Sampah (LPS), program daur ulang, serta sistem penanganan yang lebih terstruktur.
Kerja sama yang terjalin, lanjut Agung, bersifat timbal balik.
"Kami juga akan mempelajari potensi unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti, seperti sektor pariwisata, komoditas sagu, dan perikanan," papanya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti Asmar, mengapresiasi atas sambutan dan keterbukaan Pemko Pekanbaru dalam berbagi inovasi pelayanan publik.
Ia menyatakan banyak hal yang bisa dipelajari dari Pemko Pekanbaru, termasuk pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan berbagai inovasi lainnya.
"Kami akan menindaklanjuti melalui koordinasi antar OPD," ujarnya.***