Warga Pekanbaru Sudah Tukarkan 8,5 Ton Sampah jadi Uang ke Waste Stasion

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:23:45 WIB

Kepala DLHK Pekanbaru Reza Aulia Putra

Betuah Pekanbaru - Baru sekitar dua bulan beroperasi, Waste Stasion di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jalan Ahmad Yani, telah mengumpulkan hampir 8,5 ton sampah yang ditukarkan warga menjadi uang.

Waste station merupakan fasilitas yang dirancang khusus untuk mengumpulkan, mengelola, dan mengolah berbagai jenis sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra menyebutkan, banyaknya sampah yang terkumpul di waste station membuktikan bahwa tingkat kepedulian warga terhadap kebersihan semakin tinggi.

Dengan demikian, volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar pun bisa terus ditekan dengan adanya waste station.

Sebab melalui waste station, warga diarahkan untuk membudayakan memilah sampah bernilai ekonomis yang dihasilkan setiap hari sebelum dibuang ke TPA.

"Sekarang, antusias warga untuk menukarkan sampah ke waste station sudah sangat tinggi. Dalam dua bulan saja, itu sudah terkumpul 8,5 ton sampah," ungkap Reza, Selasa (26/5/2026).

Mengingat tingginya antusiasme warga, DLHK Kota Pekanbaru berencana untuk melakukan pengembangan terhadap waste station.

"Kita akan tambah lagi. Kita akan gandeng pihak swasta membangun waste stasion ini di sejumlah lokasi," ujar Reza.

Direncanakan, lanjut Reza, waste station nanti akan dibuka di RTH Putri Kaca Mayang, Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian di wilayah Panam, Rumbai dan Tenayan Raya.

Nantinya, warga cukup datang ke waste station membawa sampah non organik. Namun sebelumnya, harus mengunduh aplikasi rekosistem lebih dulu sebelum menukarkan sampah non organik.

Terdapat sejumlah sampah non organik yang bisa ditukarkan di waste station yakni plastik, kaca, minyak jelantah, kertas, kardus, logam dan elektronik bekas.

"Warga bisa datang ke waste station. Poin yang terkumpul bisa ditukar menjadi uang elektronik atau saldo ke aplikasi," pungkasnya.***