
Pertemuan Forum GCMC IMT-GT
Betuah Pekanbaru - Kota Pekanbaru, Riau, dipercaya sebagai tuan rumah Pertemuan Green Cities Mayor Council (GCMC) negara-negara segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-9.
Sesuai jadwal, pertemuan internasional tingkat Asia yang akan membahas pembangunan kota hijau dan pembangunan perkotaan berkelanjutan ini dilangsungkan dari tanggal 4 hingga 7 Agustus 2026.
Sebagai tuan rumah, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho nantinya akan memimpin langsung jalannya sidang sebagai Ketua Pertemuan GCMC IMT-GT ke-9.
Tercatat sebanyak 32 pemerintah kota, kabupaten, dan dewan kota dari Indonesia dan Malaysia diundang untuk hadir. Sementara delegasi Thailand akan ditetapkan melalui Sekretariat Nasional Thailand.
Kemudian sejumlah kepala daerah dari kota-kota besar seperti Medan, Batam, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Ipoh, Pulau Pinang, Alor Setar, Langkawi, Seremban hingga Kuantan, dijadwalkan mengikuti pertemuan tersebut.
Selain kepala daerah, forum ini juga melibatkan organisasi internasional, seperti UNESCAP, Institute for Global Environmental Strategies (IGES), serta ICLEI – Local Governments for Sustainability, yang selama ini menjadi mitra dunia dalam pengembangan kota berkelanjutan.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menyebutkan, ditunjuknya Ibukota Provinsi Riau sebagai tuan rumah forum GCMC IMT-GT ke-9 merupakan sebuah kehormatan yang menunjukkan tingginya kepercayaan kawasan terhadap Kota Pekanbaru dan Indonesia.
Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa Pekanbaru semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.
Dijelaskan Agung, penunjukan Pekanbaru sebagai tuan rumah bukan sekadar menjadi penyelenggara kegiatan internasional, tetapi merupakan momentum untuk mengangkat nama Indonesia di mata dunia.
“Kepercayaan ini adalah sebuah kehormatan bagi Pekanbaru, Provinsi Riau, sekaligus Indonesia," tegasnya, Kamis (23/7/2026).
"Kami ingin menunjukkan bahwa daerah di Indonesia mampu menjadi tuan rumah forum internasional dengan pelayanan terbaik, tata kelola pemerintahan yang baik, serta komitmen terhadap pembangunan kota yang berkelanjutan," ulas Agung.
Menurutnya, forum internasional tersebut juga akan membawa dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Kehadiran para kepala daerah, organisasi internasional, dan delegasi dari berbagai negara akan memberikan efek berganda bagi perekonomian. Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM hingga pariwisata akan bergerak. Yang lebih penting lagi, ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi Pekanbaru sebagai kota yang layak menjadi tujuan investasi dan mitra kerja sama internasional," ujarnya.
Agung menambahkan, Pemerintah Kota Pekanbaru akan memanfaatkan momentum itu untuk memperkenalkan berbagai program unggulan, mulai dari pengembangan Green City, pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, ekonomi hijau, hingga potensi investasi di berbagai sektor.
Selama berada di Pekanbaru, para delegasi akan mengikuti seminar internasional mengenai pembangunan kota hijau, melakukan kunjungan ke Sekolah Hijau, Bank Sampah, proyek Green City Pekanbaru, serta menikmati kekayaan budaya Melayu melalui gala dinner di Rumah Singgah Tuan Kadi.
Agung berharap penyelenggaraan forum ini menjadi awal terbukanya kerja sama yang lebih luas antara Pekanbaru dengan berbagai kota di kawasan Asia.
“Kami ingin para delegasi pulang dengan membawa kesan bahwa Pekanbaru adalah kota yang maju, ramah, terbuka terhadap investasi, dan siap menjadi mitra berbagai kota di dunia," ucapnya.
"Semoga dari forum ini lahir kerja sama konkret di bidang investasi, perdagangan, lingkungan, pendidikan, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," harap Agung.***