
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dan jajaran, saat pemantauan harga bahan kebutuhan pokok di salah satu pasar tradisional. Terlihat Agung tengah berbincang dengan penjual daging ayam.
Betuah Pekanbaru - Harga daging ayam di pasar-pasar tradisional di Kota Pekanbaru terus merangkak naik dan kini sudah mencapai angka Rp36 per kilogram (kg).
Kenaikan harga daging ayam ini pun menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Demikian disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, usai rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi, Selasa (18/8/2026).
Bertempat di ruang rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), rakor dipimpin Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin.
Dikatakan Ingot, pada rakor tersebut diketahui bahwa inflasi di Kota Pekanbaru saat ini terpantau stabil dan berada dalam tingkat sasaran yang terkendali.
"Cuma ada beberapa komoditi yang menjadi perhatian kita seperti daging ayam, karena dalam konteks nilainya merangkak naik," ungkapnya.
Dijelaskan Ingot, kenaikan harga daging ayam yang telah mencapai angka Rp36 ribu per kg itu sebenarnya masih berada di bawah harga acuan daging ayam ras yang ditetapkan pemerintah berkisar di angka Rp38 hingga Rp45 ribu per kg di tingkat konsumen.
Namun demikian, Pemko Pekanbaru akan melakukan berbagai upaya agar harga daging ayam tidak terus merangkak naik di pasaran.
"Karena itu, tadi (di dalam rakor) kita panggil juga pelaku-pelakunya mulai dari sektor hulu di produksi, sampai ke beberapa pelaku pasar," terang Ingot.
"Tapi tadi belum lengkap. Ada beberapa pihak lain seperti produsen, itu kan ada vendornya, itu yang mau kita panggil juga. Kita mau dapat tentang struktur harga, di situ nanti bisa kita tekankan supaya tidak ada kenaikan harga," ulasnya.
Pemanggilan terhadap vendor atau supplier daging ayam ke pasar-pasar tradisional di Kota Pekanbaru, dijadwalkan dilakukan dalam waktu dekat.
"Insyaallah besok kami akan mengundang pihak-pihak yang bergerak di antara produsen dan pengecer daging ayam ini," tutup Ingot.***