PJJ Diperpanjang, Walikota Agung: Kesehatan dan Keselamatan Anak-anak Harus Kita Utamakan

Selasa, 08 September 2026 - 22:09:13 WIB

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, menyapa peserta didik saat meninjau pembelajaran tatap muka hari pertama pasta PJJ yang diberlakukan dari tanggal 24 hingga 28 Agustus lalu.

Betuah Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memutuskan untuk memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring hingga 9 September 2026 untuk seluruh sekolah tingkat PAUD/TK, SD dan SMP.

Dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak, kebijakan memperpanjang PJJ diambil setelah melihat kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru pada Selasa (8/9/2026) belum menunjukkan perubahan berarti dibandingkan hari sebelumnya.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menyebutkan, keputusan tersebut merupakan langkah kehati-hatian setelah mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta laporan kesehatan masyarakat.

“Kualitas udara masih relatif sama. Karena itu, PJJ kita perpanjang satu hari. Keputusan ini bukan untuk membuat masyarakat khawatir, tetapi sebagai langkah kehati-hatian karena kesehatan dan keselamatan anak-anak harus kita utamakan,” tegasnya, Selasa malam.

Berdasarkan laporan layanan kesehatan, terang Agung, tercatat 3.056 kasus gangguan kesehatan selama periode kabut asap. Sebanyak 2.751 di antaranya merupakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sedangkan lainnya meliputi konjungtivitis, iritasi kulit, dan asma. Penambahan pasien tercatat rata-rata sekitar 220 orang per hari, dengan tren peningkatan mencapai 91 persen.

Kemudian berdasarkan laporan BMKG, saat ini terpantau 72 titik panas di wilayah Riau. BMKG juga menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan arah angin, kondisi udara Pekanbaru turut dipengaruhi oleh sebaran asap dari berbagai wilayah, baik dari dalam Provinsi Riau maupun dari luar provinsi, termasuk Sumatera Selatan, Jambi, dan daerah sekitarnya.

Di tengah kondisi tersebut, terdapat harapan kualitas udara dapat segera membaik. BMKG memprakirakan potensi hujan mulai muncul pada 9 hingga 11 September, dengan peluang dan intensitas yang diperkirakan semakin meningkat pada 11 September.

“Kita berharap hujan benar-benar turun sesuai prakiraan BMKG. Mudah-mudahan dapat membantu menurunkan konsentrasi PM2.5 sehingga udara Pekanbaru kembali lebih sehat dan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak, dapat kembali berjalan normal,” harap Agung.

Pemko juga memahami adanya kendala jaringan listrik akibat pemeliharaan yang dilakukan PLN di sejumlah wilayah. Karena itu, sekolah dan tenaga pendidik diminta menyesuaikan pelaksanaan PJJ secara fleksibel, tetap bermakna, serta tidak memberikan tugas yang membebani anak-anak maupun orang tua.

Apabila kondisi kualitas udara membaik, pembelajaran tatap muka ditargetkan kembali dimulai pada Kamis (10/9/2026), dengan tetap mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara terbaru.

“Kami memohon pengertian dan dukungan para orang tua. PJJ bukan berarti libur, tetapi penyesuaian sementara agar anak-anak tetap belajar dengan aman. Mari kita sama-sama berdoa semoga hujan segera turun dan kualitas udara Pekanbaru kembali membaik,” tutup Agung.***