
Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar, menyerahkan piala, sertifikat dan hadiah uang tunai sebesar Rp500 ribu kepada peraih juara 1 lomba da'i cilik tingkat SD.
Betuah Pekanbaru - Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, memberikan hadiah tambahan berupa uang tunai kepada 6 peraih juara lomba da'i cilik tingkat SD dan SMP yang ditaja Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Pekanbaru.
Untuk juara 1 tingkat SD dan SMP masing-masing mendapat hadiah sebesar Rp500 ribu, juara 2 Rp300 ribu, dan juara 3 Rp200 ribu.
Hadiah tersebut diserahkan secara langsung oleh Wawako Markarius, pada penutupan Gelar Budaya Melayu Islam yang ditaja DMDI Pekanbaru, bertempat di gedung Dekranasda Jalan Arifin Ahmad, Kamis (10/9/2026) sore.
Gelar Budaya Melayu Islam diisi dengan berbagai perlombaan di antaranya lomba da'i cilik tingkat SD dan SMP, lomba rebana, serta kompang.
Usai kegiatan, Wawako Markarius mengaku bangga dengan penampilan para peserta lomba khususnya da'i cilik.
"Alhamdulillah, pesertanya luar biasa. Tadi yang juara-juaranya kita tampilkan lagi, dan anak-anak kita ini luar biasa semua," ujarnya.
Melalui Gelar Budaya Melayu Islam, Wawako Markarius berharap bisa membangun karakter anak-anak supaya bisa lebih cinta kepada agama dan budaya Melayu.
"Terima kasih kepada orang tua dan guru. Tadi kita lihat da'i cilik ini penampilannya luar biasa dan tentu ini hasil didikan terbaik dari orang tua dan guru di sekolah," ucapnya.
Ke depannya, lanjut Wawako Markarius yang juga Ketua Umum DMDI Kota Pekanbaru, kegiatan Gelar Budaya Melayu Islam bakal dijadikan sebagai event tahunan.
"Nanti cabang perlombaannya akan kita tambah satu lagi, nasyid. Kemudian kita juga akan menggelar MTQ DMDI untuk tingkat Kota Pekanbaru," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Gelar Budaya Melayu Islam Irpan Maidelis menjelaskan, terdapat sebanyak 51 peserta untuk lomba da'i cilik tingkat SMP dan 48 peserta untuk tingkat SD.
"Kemudian untuk kompang ada 10 peserta dan rebana 7," ungkapnya.
Dikatakan Irpan, Gelar Budaya Melayu Islam yang ditaja DMDI bukan hanya sekedar perlombaan. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai budaya Melayu Islam kepada generasi muda di Kota Pekanbaru.
"Harapannya generasi di Kota Pekanbaru bisa melestarikan, mencintai, dan bangga terhadap nilai-nilai budaya Melayu Islam," tutupnya.***