Inflasi Pekanbaru 2,62 Persen, Cabai jadi Penyumbang Tertinggi

Kamis, 01 Oktober 2026 - 19:05:37 WIB

Kepala Disketapang Pekanbaru Mahyuddin

Betuah Pekanbaru - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) di Kota Pekanbaru per September 2026 sebesar Rp2,62 persen.

"Sementara inflasi bulanan (periode September 2026) 0,63 persen," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru Mahyuddin, usai mengikuti rilis inflasi bersama BPS Riau secara daring, Kamis (1/10/2026).

Disampaikannya, inflasi yoy maupun month to month (mtm) tersebut masih berada di bawah inflasi Provinsi Riau maupun nasional.

"Untuk Provinsi Riau, inflasi tahunannya di angka 2,79 persen dan bulanannya 0,64 persen. Sedangkan nasional tahunannya 3,28 persen," terang Mahyuddin.

Berdasarkan data BPS, cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kota Pekanbaru.

"Hari ini di pasaran, harga cabai merah sudah mencapai Rp86 ribu per kilogram untuk cabai merah Bukittinggi. Untuk cabai merah Medan sekitar Rp75 ribu per kilogram," ucap Mahyuddin.

Ia mengatakan bahwa kenaikan harga cabai di pasaran disebabkan berkurangnya hasil produksi di tingkat petani.

"Kebetulan kita baru pulang dari Medan, langsung ke sentra produksinya, itu di petani saja sudah Rp50 ribu (per kg). Dari pengakuan petani, berkurangnya hasil produksi ada karena hama dan kekeringan," tutup Mahyuddin.***