
Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang semakin pekat menyelimuti Kota Pekanbaru pada Kamis (8/10/2026).
Betuah Pekanbaru - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pada Kamis (8/10/2026) semakin pekat menyelimuti Kota Pekanbaru.
Menyikapi itu, Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, mengimbau orang tua agar mengawasi aktivitas anak untuk memastikan tidak bermain di luar rumah.
"Tadi kita sudah minta juga kepada camat untuk memberikan penyuluhan ataupun imbauan agar anak-anak jangan dibiarkan bermain di luar ruangan," ucapnya, usai memimpin rapat evaluasi kinerja Tim Lestari dengan seluruh camat dan lurah, bertempat di aula lantai 6 gedung utama komplek perkantoran terpadu walikota di Tenayan Raya, Kamis siang.
Untuk melindungi anak dari paparan kabut asap, kata Wawako Markarius, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah mengambil sejumlah langkah seperti memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk seluruh sekolah tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.
"PJJ ini kita perpanjang sampai Sabtu besok," ungkapnya.
Kemudian, terang Wawako Markarius, Pemko Pekanbaru juga telah menutup sementara Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan taman kota hingga Minggu, 11 Oktober 2026.
"Taman-taman bermain ini juga kita tutup supaya anak-anak tidak ada yang bermain di situ untuk sementara waktu," ujarnya.
Disampaikan Wawako Markarius, imbauan untuk membatasi aktivitas anak di luar rumah mesti menjadi perhatian orang tua karena kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak.
"Karena itu mari kita batasi agar anak-anak untuk sementara waktu tidak bermain di luar rumah dulu. Apabila keluar rumah, pastikan anak-anak menggunakan masker," tutupnya.***