
Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar, saat meninjau kondisi waduk di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tuah Madani. Waduk ini akan difungsikan kembali guna meminimalisir banjir pasca hujan.
Betuah Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, saat ini mulai siaga dengan memperkuat langkah penanganan banjir jelang memasuki musim hujan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan dengan intensitas tinggi diprediksi terjadi di Ibukota Provinsi Riau dalam dua pekan ke depan.
"Ada prakiraan cuaca dua minggu ke depan itu curah hujan akan mulai tinggi di Kota Pekanbaru. Perkiraannya (berlangsung) sampai Bulan Februari," ungkap Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Jumat (9/10/2026).
Ia menyampaikan bahwa curah hujan yang tinggi berpotensi mengakibatkan banjir mengingat masih terdapat beberapa titik-titik rawan banjir di Kota Pekanbaru.
Untuk itu, kata Markarius, Pemko Pekanbaru akan melakukan berbagai upaya penanggulangan salah satunya dengan menerjunkan pasukan Lingkungan Elok, Sehat, Tertata, Aman, Resik dan Indah (LESTARI) ke titik-titik rawan banjir.
"Mulai sekarang pasukan LESTARI kita arahkan untuk membersihkan saluran-saluran di titik rawan banjir dulu," ucapnya.
"Kalau sebelumnya kan pasukan LESTARI ini kerjanya dimana saja. Sekarang kita arahkan, kita fokuskan ke sana (titik banjir) untuk merapikan dan membersihkan saluran air yang ada," ulas Markarius.
Di samping itu, pihak kecamatan juga diminta meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk percepatan pembersihan drainase.
"Saluran yang perlu dinormalisasi dan sebagainya, camat silahkan berkoordinasi dengan PU," tutup Markarius.
Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru telah membentuk pasukan LESTARI sejak Agustus 2026 lalu. Ada 10 pasukan LESTARI yang ditempatkan di tiap-tiap kecamatan.
Fungsi utama dari pasukan LESTARI ini untuk merespon cepat berbagai persoalan lingkungan yang dilaporkan warga seperti drainse yang tidak berfungsi maupun sampah yang masih ditemukan menumpuk.***