Empat Pemesan Order Fiktif Gojek Diringkus Polisi

Rabu, 13 Februari 2019 - 21:49:31 WIB Cetak

Empat pelaku order fiktif Gojek dan barang bukti saat diamankan di Mapolda Metro Jaya. (Antara/Ricky Prayoga)

BETUAH.COM, JAKARTA - Tim Subdit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polisi Daerah (Ditreskrimsus Polda) Metro Jaya, berhasil meringkus empat pelaku pemesan order fiktik melalui aplikasi Gojek.

Keempat pelaku di antaranya RP (30), CA (20), RW (24) dan KA (21), diamankan petugas tanpa perlawanan di tempat mereka beroperasi di Ruko Taman Duta Mas, Jelambar, Jakarta Barat.

"Para tersangka melakukan perbuatan order fiktif seakan benar ada pesanan, terlihat benar ada perjalanan dalam sistem Gojek, namun kenyataannya tidak ada perjalanan yang dilakukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Bersama Tersangka turut diamankan barang bukti berupa 20 unit ponsel yang digunakan untuk memesan, kartu sim perdana, satu ponsel merk Oppo A3S, ponsel Iphone dan satu ponsel Xioami sebagai alat-alat untuk mendukug kejahatan tersangka.

Keempat pelaku, sebut Argo, dibekuk berdasarkan laporan perusahaan transportasi online GOJEK ke Polda Metro pada Senin (28/1/2019) lalu.

"Setelah menyelidiki selama 3 hari, ternyata ditemukan ada dugaan manipulasi data order ojek online seolah-olah identik padahal fiktif. Aparat Subdit Cyber Ditreskrimsus langsung bergerak cepat menyelidiki laporan tersebut," ungkapnya.

Kepada penyidik, keempat tersangka mengaku sudah melakoni praktik tersebut sejak November 2018 lalu.

"Setiap tersangka mengaku bisa mendapat keuntungan antara Rp7 juta-Rp10 juta per hari dengan 24 trip dari satu akun driver. Dan masing-masing tersangka punya 30 sampai 50 akun. Jadi tinggal dikalikan saja berapa keuntungan yang bisa mereka dapat," terang Argo.

Argo menyebut, saat ini petugas juga sedang memburu seseorang yang diakui keempat tersangka sebagai penyedia ponsel yang sudah terpasang software jenis fake GPS.

"Para tersangka mengaku bisa menjalankan kegiatan fiktif ini dengan ponsel yang diperoleh dari orang tersebut. Kita sedang kejar dan identitasnya belum bisa diungkapkan," ucapnya, seperti dikutip dari Antara

Atas perbuatannya, keempat pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dijerat pasal berlapis UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1), Pasal 33 Jo Pasal 49 dan pasal 378 KUHP.

Ancaman pasal primer yang dikenakan pada tersangka adalah ancaman hukuman kurungan badan selama 12 tahun. (red)



Baca Juga Topik #hukrim+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+