BNNP Gagalkan Penyelundupan 20 Kg Sabu dari Aceh

Senin, 11 Maret 2019 - 14:30:28 WIB Cetak

Ilustrasi sabu dalam bungkusan teh cina/net

BETUAH.COM, BANDUNG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat, menggagalkan penyelundupan 20 kilogram sabu yang diduga berasal dari Aceh, Sabtu (9/3/2019) kemarin.

Kepala BNNP Jawa Barat Sufyan Syarif mengatakan, pihaknya telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus penyelundupan sabu itu di antaranya AG, LI, AJ dan GI.

Disampaikannya, kasus penyelundupan sabu itu berhasil diungkap setelah BNNP dan tim gabungan melakukan pemantauan dan penyelidikan sejak dua pekan terakhir.

"Kami ikuti kurang lebih dua minggu perjalanan, kami dibantu oleh tim pemberantasan kantor pusat dan saat eksekusi di Sukabumi kami dibantu oleh BNN kas Sukabumi dan personel polsek terdekat," kata Syarif saat jumpa pers di Kantor BNNP Jabar di Bandung, Senin (11/3/2019).

Disebutkan Syarif, pihaknya telah melakukan pengintaian sejak para tersangka dari Sukabumi menuju ke Pekanbaru. Saat di Pekanbaru, tersangka berinisial AG mendapat order sabu dari seorang napi berinisial J yang mendekam di LP Medaeng, Surabaya.

"Kemudian barang dijemput di Dumai, dibawa lagi ke Pekanbaru yang mana tiga orang pendampingnya menunggu di Pekanbaru, kemudian bersama-sama pulang melalui Palembang ke Lampung, mulai dari Lampung (Tulang Bawang) kita ikuti sampai menyeberang ke Sukabumi lagi," katanya.

Menurut dia, pengungkapan peredaran sabu ini adalah pengembangan kasus 2,2 ton ganja yang diungkap Februari 2016 lalu di Cianjur. Pelaku AG merupakan salah seorang DPO kasus itu.

"Barang bukti ini dikemas menggunakan bungkus teh cina warna kuning. Di simpan dalam tas. Ini barangnya dari Taiwan via sindikat Aceh," ungkapnya.

Syarif menduga, sabu seberat 20 kg itu akan diedarkan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Atas capaian itu, Syarif menyebutkan bisa menyelamatkan sekitar 40.000 orang dari ancaman narkotika.

"Belum lagi kalau dicampur, bisa tiga kali lipat. Bayangkan bahayanya narkotika sebanyak 20 kg," tutupnya seperti dilansir Antara. (red)



Baca Juga Topik #hukrim+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+