Pencurian Ikan Masih Marak di Perairan Indonesia

Senin, 11 Maret 2019 - 21:46:15 WIB Cetak

Penenggelaman kapal asing pelaku illegal fishing (dok. kementerian kelautan dan perikanan)

BETUAH.COM, JAKARTA - Aktivitas illegal fishing atau pencurian ikan di perairan Indonesia masih marak. Terbukti, sepanjang 2019 ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah berhasil menangkap sebanyak 15 kapal ilegal.

Terakhir pada 11 Maret, KKP mengamankan dua kapal berbendera Malaysia yang tengah menangkap ikan di laut Indonesia.

"Setelah berhasil menangkap satu kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam pada Jumat (8/3/2019), kali ini KKP kembali menangkap dua kapal ikan asing berbendera Malaysia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman, di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dua kapal berbendera Malaysia yang diamankan, sebut dia, di antaranya KM. PKFB 1109 dengan bobot 50,99 gross tonnage (GT) dengan jumlah awak kapal empat orang warga negara Myanmar. Kedua KM. PPF 634 dengan bobot 49,07 GT dengan jumlah awak lima orang warga negara Myanmar.

Kedua kapal tersebut ditangkap saat sedang melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI 571 ZEEI Selat Malaka, Sabtu (11/3/2019) sekitar pukul 10.15 WIB.

"Kapal-kapal tersebut ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah dari Pemerintah RI, serta menggunakan alat tangkap yang dilarang jenis trawl," ungkap Agus, seperti dilansir Antara.

Kapal ikan asing itu diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Selanjutnya, kapal dikawal menuju Stasiun PSDKP Belawan Sumatera Utara, dan diperkirakan tiba pada Selasa (12/3/2019) sekitar pukul 10.00 WIB untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Sejak Januari sampai dengan 11 Maret 2019, telah ditangkap 15 kapal perikanan ilegal, yang terdiri dari dari 11 kapal ikan asing dan 4 kapal perikanan Indonesia. Ke-11 kapal perikanan asing itu terdiri atas 6 kapal berbendera Malaysia dan 5 berbendera Vietnam. (red)



Baca Juga Topik #nasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+