KPK Tetapkan Ketum PPP Tersangka Dugaan Jual Beli Jabatan di Kementerian Agama

Sabtu, 16 Maret 2019 - 13:05:52 WIB Cetak

KPK memperlihatkan barang bukti uang yang disita dalam OTT di Surabaya yang melibatkan Ketum PPP Romahurmuziy terkait dugaan jual-beli jabatan di Kemenag (Foto/Faiq Hidayat/detikcom)

BETUAH.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) Romahurmuziy alias Romy, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Penetapan tersangka itu disampaikan pimpinan KPK Laode M Syarif didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di gedung KPK di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Dari pemeriksaan yang dilakukan KPK, terang Laode, Romahurmuziy selaku anggota DPR diduga sebagai penerima suap dari HRS, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, dan MFQ, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Pria yang akrab disapa Romy ini terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Dia diamankan bersama bersama lima orang lain yakni HRS, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur; MFQ, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik; ANY, asisten RMY; AHB, calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP; dan S, sopir MFQ dan AHB.

Dalam OTT, seperti dilansir Kompas, KPK turut mengamankan barang bukti dugaan korupsi berupa uang tunai sebesar Rp 156.758.000.

Merasa Dijebak

Sementara itu, Romahurmuziy merasa dijebak atas OTT yang dilakukan KPK pada Jumat (15/3/2019).

Hal tersebut dikatakannya usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). Saat keluar dari gedung KPK, Rommy telah mengenakan rompi jingga khas tahanan KPK.

Rommy pun memberikan surat terbuka yang ditulisnya kepada awak media.

Berikut beberapa poin dari isi surat terbuka yang ditulis dan ditanda tangani oleh Rommy tersebut, seperti dilansir Antara.

Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, tahu saya rencanakan. Bahkan firasat pun tidak. Itu lah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturrahmi di sebuah hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka.

Kejadian ini juga menunjukkan ini lah risiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Ini lah risiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air, rekan-rekan pengurus DPP, DPW, DPC, PAC dan Ranting"

Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk melewati ambang batas parlemen. Saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini. (red)



Baca Juga Topik #korupsi+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+