Soal TPP Guru, Ini Penjelasan Menpan RB dan Kemendikbud

Jumat, 29 Maret 2019 - 15:22:44 WIB Cetak

Ribuan guru ASN sertifikasi saat aksi demo di kantor Walikota Pekanbaru, Senin (25/3/2019).

BETUAH.COM, PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru bersama perwakilan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) bersertifikasi, sudah tuntas melakukan konsultasi Perwako Nomor 7 Tahun 2019 ke Kemendikbud dan Kemenpan RB.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pekanbaru Muzailis menyebut, dari hasil konsultasi ke Kemendikbud menegaskan jika Permendikud No.33 Tahun 2018 tidak mengatur soal pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) guru melalui APBD pemerintah kabupaten/kota.

"Yang diatur hanya TPP yang dianggarkan melalui APBN. Jadi, Kemendikbud menyerahkan kewenangan itu kepada masing-masing daerah," ungkapnya, Jumat (29/3/2019).

Untuk itu bagi pemerintah kabupaten/kota dari segi anggaran menyanggupi, maka Kemendikbud tidak pula melarang pembayaran TPP bagi guru ASN bersertifikasi.

"Jika keuangan daerah mampu untuk membayarkan TPP itu, maka pihak Kemendikbud tidak mempersalahkan TPP itu untuk dibayarkan," kata Muzailis.

Kemudian dari hasil konsultasi ke Kemenpan RB, terang dia, pegawai negeri sipil atau ASN tidak diperbolehkan mendapat dua tunjangan  pasca penerapan single salary atau gaji tunggal.

"Pihak KemenPAN-RB menyarankan agar memilih salah satu tunjangan, apakah sertifikasi atau TPP," ucapnya.

Atas konsultasi itu, Muzailis mengatakan perwakilan guru ASN bersertifikasi tampaknya belum puas dengan penjelasan baik yang disampaikan Kemendikbud maupun Kemenpan RB.

"Jadi kalau menurut saya belum bisa disimpulkan," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, guna mengakhiri aksi demo ribuan guru sertifikasi tingkat SD dan SMP, Walikota Pekanbaru Firdaus sepakat untuk menguji Perwako Nomor 7 Tahun 2019  tentang penghapusan TPP guru ke Kemendikbud, Kemenpan RB dan KPK.

Aksi damai ribuan guru sendiri digelar enam kali. Aksi pertama Jumat (8/3/2019) dan dilanjutkan Senin (11/3/2019). Kemudian digelar tiga hari berturut-turut terhitung Rabu (20/3/2019), Kamis (21/3/2019) dan Jumat (22/3/2019), serta Senin (25/3/2019). (abd)



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+