Guru Demo Saat Ujian, Wali Murid Kirim Pesan Ini ke Walikota

Senin, 08 April 2019 - 17:42:49 WIB Cetak

Ketua DPRD Pekanbaru Sahril saat menyambu ribuan guru ASN sertifikasi yang menggelar aksi demo di gedung DPRD setempat, Senin (8/4/2019).

BETUAH.COM, PEKANBARU - Aksi demo menuntut pembayaran tambahan penghasilan sebesar Rp1 juta per bulan yang digelar guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) bersertifikasi tingkat SD dan SMP, kini mulai dikeluhkan wali murid.

Keluhan wali murid datang lantaran saat peserta didik tengah mengikuti ujian, para guru malah meninggalkan sekolah untuk ikut aksi demo di gedung DPRD Kota Pekanbaru, Senin (8/4/2019).

Keluhan itu disampaikan sejumlah wali murid ke Walikota Pekanbaru Firdaus melalui pesan WhatsApp.

Dalam pesan singkat itu, wali murid menyatakan jika aksi demo berkepanjangan yang dilakukan guru ASN sertifikasi telah merusak pendidikan di Kota Pekanbaru.

Untuk itu, wali murid meminta walikota bersikap tegas dengan memberi sanksi sesuai aturan berlaku hingga pencabutan sertifikasi yang selama ini sudah diterima.

Adanya keluhan wali murid itu diakui langsung oleh walikota. "Iya, ada yang kirim pesan menyesalkan para guru meninggalkan sekolah saat peserta didik tengah melaksanakan ujian," ucap dia.

Berikut salah satu pesan singkat yang dikirim wali murid via Whatsapp ke walikota;

Kpd yth
Bapak walikota
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru
Dapat kami laporkan saat ini seluruh SD di Pekanbaru sedang melaksanakan ujian kelas 6
Tetapi sejumlah sekolah membiarkan anak-anak ujian begitu saja, karena gurunya ikut demo di DPRD Pekanbaru
Tolong sikapi hal ini pak
Guru-guru sudah membuat rusak pendidikan di Pekanbaru
Batalkan sertifikasi mereka pak.

Salah satu pesan singkat via Whatsapp yang dikirim wali murid ke Walikota Pekanbaru.

Untuk diketahui, Senin (8/4/2019) pagi ratusan guru ASN bersertifikasi kembali ke jalan guna menuntut Pemerintah Kota Pekanbaru merevisi Perwako Nomor 7 tahun 2019 tentang TPP dan meminta kembali dianggarkannya TPP guru sebesar Rp1 juta per bulan pada tahun ini.

Aksi serupa sebelumnya sudah dilakukan para guru sebanyak enam kali. Lantaran tak kunjung ada kepastian pasca konsultasi ke Kemendikbud, Kemenpan RB dan Kemendagri, guru memilih kembali melanjutkan aksi demo. (abd)



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+