Amerika Masukkan Pasukan Elit Iran Dalam Daftar Teroris

Rabu, 10 April 2019 - 03:44:35 WIB Cetak

Personel Garda Revolusi Islam/net

BETUAH.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump, membuat sejarah baru dengan menetapkan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Keputusan yang pertama kalinya dalam sejarah itu diumumkan Trump pada Senin (8/4/2019) waktu Washington yang dinilai bakal mengancam keamanan militer Amerika yang berada di Timur Tengah.

Meski telah menetapkan IRGC sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO), namun kebijakan itu baru akan berlaku pada 15 April mendatang.

"Tindakan ini mengirimkan pesan yang jelas ke Teheran bahwa dukungannya untuk terorisme memiliki konsekuensi serius," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Para pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, komandan senior militer AS yang selama ini berbagi kekhawatiran dengan Trump tentang Iran dan IRGC menentang penetapan yang dilakukan Trump. Alasannya, langkah itu bisa memicu serangan balasan terhadap pasukan AS di Timur Tengah dan masalah yang dapat ditimbulkan bagi mitra AS yang bermasalah dengan Iran.

Pentagon menolak membahas apa yang dilakukan militer AS untuk melindungi pasukan Amerika dari tindakan balas dendam oleh IRGC atau milisi yang pro-Iran di berbagai tempat seperti di Irak.

Salah seoran pejabat AS mengatakan penunjukan itu tidak berarti militer AS akan mulai memperlakukan IRGC seperti al-Qaeda, Islamic State (ISIS) atau kelompok militan lain yang dapat ditargetkan sesuai keinginan.

"Ini bukan tentang pergi berperang dengan Iran atau membunuh sekelompok orang Iran. Sama sekali tidak," tegas salah seorang dari pejabat AS tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (9/4/2019). Dia menambahkan militer AS belum diberi arahan baru untuk "mengejar" pasukan Iran.

Jason Blazakis, seorang mantan pejabat Departemen Luar Negeri yang mengawasi proses pelabelan organisasi teroris asing, mengatakan dia yakin penunjukan IRGC sebagai organisasi teroris dilakukan semata-mata karena alasan politik simbolis dan domestik yang dapat memiliki konsekuensi mematikan bagi pasukan AS. 

Pemimpin Teroris Dunia

Penetapan IRGC dalam daftar teroris itu langsung direspon Iran. Presiden Hassan Rouhani mengutuk langkah yang diambil Trump dan menyatakan jika AS adalah pemimpin nyata terorisme dunia.

"Siapa Anda untuk menyebut institusi revolusioner sebagai teroris?," tanya Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, Selasa (9/4/2019).

"Anda ingin menggunakan kelompok teroris sebagai alat melawan bangsa-bangsa di wilayah ini? Anda adalah pemimpin terorisme dunia," lanjut Rouhani, seperti dikutip dari Sindonews.

Dia kemudian menggambarkan IRGC sebagai pelindung Republik Islam Iran. "Garda telah mengorbankan hidup mereka untuk melindungi rakyat kita, revolusi (Islam 1979) kami. Hari ini Amerika yang menyimpan dendam terhadap Garda, membuat daftar hitam (terhadap) Garda," ujarnya.

Diplomat-diplomat Iran juga menyuarakan kecaman senada terhadap pemerintah Presiden Donald Trump. Mereka menilai langkah Washington itu untuk meningkatkan peluang kemenangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilihan di negara Yahudi tersebut.

"Bergegas mengumumkan keputusan di hari-hari ketika Garda Revolusi sibuk menyelamatkan orang-orang (Iran) yang dilanda banjir hanyalah hadiah bagi Netanyahu untuk membantunya dalam pemilu Israel," tulis Duta Iran untuk Inggris Hamid Baeidinejad.

Beberapa menit sebelumnya, Menteri Luar Negeri Javad Zarif menyebut keputusan AS tersebut sebagai "hadiah" untuk Netanyahu yang sedang bersaing dalam pemilu. Zarif sebelumnya memperingatkan bahwa Israel berusaha menyeret AS ke "bencana lain" di Timur Tengah. (red)



Baca Juga Topik #internasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+