1.600 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Koalisi Pimpinan AS di Raqqa

Jumat, 26 April 2019 - 18:11:18 WIB Cetak

Pejuang Suriah dukungan AS merayakan kemenangan usai mengalahkan ISIS di Raqqa. (Foto/Net)

BETUAH.COM, DAMASKUS - Amnesty International dan kelompok pengawas yang berbasis di London, Airwars, mengatakan sebanyak 1.600 warga sipil tewas dalam serangan koalisi pimpinan Amerika Serikat saat memerangi ISIS di Kota Raqqa, Suriah.

Angka itu jauh lebih banyak dari jumlah yang diklaim oleh koalisi pimpinan AS selama empat tahun kampanye melawan ISIS.

Dari laporan Amnesty International dan Airwars, jumlah korban itu muncul setelah penyelidikan paling komprehensif terhadap kematian warga sipil dalam konflik modern.

Raqqa adalah ibukota de facto dari kekhalifahan yang dideklarasikan oleh ISIS. Kelompok ekstrimis tersebut pernah menguasai sepertiga dari wilayah Suriah dan Irak. Bulan lalu, ISIS kehilangan wilayah terakhir yang dikontrolnya di Suriah timur menandai berakhirnya apa yang disebut kekhalifahan.

Pejuang Suriah yang didukung AS merebut Raqqa pada Oktober 2017 setelah kampanye selama empat bulan. PBB memperkirakan bahwa lebih dari 10.000 bangunan hancur atau 80 persen dari kota itu.

"Pasukan koalisi meruntuhkan Raqqa, tetapi mereka tidak bisa menghapus kebenaran. Amnesty International dan Airwars menyerukan pasukan Koalisi untuk mengakhiri penolakan mereka tentang skala yang mengejutkan dari kematian warga sipil dan kerusakan yang disebabkan oleh serangan mereka di Raqqa," kata kedua kelompok itu dalam sebuah pernyataan bersama seperti dikutip dari AP, Jumat (26/4/2019).

Pada Juni 2018 lalu, Amnesty International dalam sebuah laporan mengatakan ratusan warga sipil tewas di Raqqa, sementara Airwars mengatakan memiliki bukti 1.400 korban jiwa.

Pernyataan itu mengatakan proyek inovatif "Strike Trackers" Amnesty International juga mengidentifikasi kapan setiap lebih dari 11.000 bangunan hancur di Raqqa terkena serangan. Lebih dari 3.000 aktivis digital di 124 negara ambil bagian, menganalisis total lebih dari 2 juta bingkai gambar satelit.

"Koalisi perlu menyelidiki sepenuhnya apa yang salah di Raqqa dan belajar dari pelajaran itu untuk mencegah penderitaan yang luar biasa pada warga sipil yang terperangkap dalam operasi militer di masa depan," kata Direktur Airwars, Chris Woods, seperti dikutip dari Sindonews.

Sebelumnya, koalisi pimpin AS mengklaim hanya terdapat sebanyak 1.257 warga sipil yang tewas dalam serangan udara terhadap ISIS selama empat tahun di Suriah dan Irak.

"Kami terus menggunakan proses penargetan dan serangan yang menyeluruh dan disengaja untuk meminimalkan dampak operasi kami terhadap populasi sipil dan infrastruktur," kata koalisi AS kala itu. (red)



Baca Juga Topik #internasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+