Kemenkumham Bentuk Tim Investigasi Kerusuhan Napi di Rutan Siak

Ahad, 12 Mei 2019 - 06:01:17 WIB Cetak

Proses evaluasi warga binaan Rutan Kelas II B Siak ke sejumlah rutan kabupaten/kota di Riau, Sabtu (11/5/2019) sore. (Foto akun Facebook Adji Rimba)

BETUAH.COM, SIAK - Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) membentuk tim investigasi untuk mencari tahu penyebab kerusuhan narapidana yang berujung pembakaran Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Siak, Sabtu (11/5/2019) dini hari.

Pembentukan tim investigasi itu disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami didampingi Kepala Kanwil Hukum dan HAM Riau M Diah, usai meninjau kondisi Rutan Siak, Sabtu sore.

"Kita membentuk tim guna melakukan penyelidikan terkait kerusuhan di Rutan Siak," ungkap Sri Puguh seperti dikutip dari Antara.

Kemenkumham, kata dia, sangat menyayangkan kejadian itu. Namun demikian, Sri Puguh menyatakan tak ingin berspekulasi tentang penyebab kerusuhan hingga adanya hasil investigasi nanti.

Dugaan awal, kericuhan hingga pembakaran Rutan Kelas II B Siak itu dipicu tindakan petugas rutan atau sipir yang memukuli sejumlah warga binaan lantaran kedapatan mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

Tak terima dengan tindakan kasar sipir, warga binaan lainnya marah dan mengamuk hingga terjadinya kericuhan dan pembangkaran rutan.

Kejadian tersebut membuat Rutan Kelas II B Siak ludes dilalap si jago merah. Ratusan narapidana penghuni rutan pun melarikan diri. Hingga Sabtu sore, dari 648 napi yang kabur 623 berhasil diamankan dan menyerahkan diri. Namun 25 lainnya masih diburu polisi.

Dari 623 napi yang telah diamankan, 321 langsung dipindahkan ke sejumlah rutan di kabupaten/kota di Riau. Di antaranya 26 orang ke Lapas perempuan di Pekanbaru, 152 di Lapas Pekanbaru, 12 di Rutan Anak Rumbai, 81 orang di Lapas Bangkinang, 45 di Lapas Bengkalis dan 5 lainnya di Lapas Dumai.

Sementara 290-300 napi lainnya masih berada di Rutan Siak, Gedung Maharatu, dan di Markas Kepolisian Sektor Siak. (red)



Baca Juga Topik #hukrim+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+