Dipicu Postingan Facebook, Sejumlah Masjid di Sri Lanka Diserang dan Dilempari Batu

Senin, 13 Mei 2019 - 23:54:11 WIB Cetak

Petugas kepolisian Sri Lanka berjaga-jaga di salah satu masjid pasca terjadinya penyerangan oleh komunitas kristen, Minggu (12/5/2019) waktu setempat. (foto internet)

BETUAH.COM, CHILAW - Perselisihan antara komunitas kristen dan muslim pecah kota Chilaw, Sri Lanka. Bentrok yang berawal dari sebuah postingan melalui media sosial Facebook itu berakhir dengan penyerangan sejumlah masjid.

Polisi setempat langsung bergerak cepat meredam situasi agar konflik tidak semakin memanas. Polisi juga memberlakukan jam malam setelah massa kristen melemparkan batu ke sejumlah masjid dan tokoh milik muslim pada Minggu (12/5/2019).

Bunyi pernyataan dalam postingan di Facebook yang dinilai sebagai ancaman oleh komunitas kristen di Chilaw tersebut belum dikonfirmasi pihak berwajib.

Namun, warga di kota yang sebagian besar beragama Kristen, 80km utara ibu kota Kolombo itu memukuli orang yang mereka percaya bertanggung jawab atas posting Facebook. Polisi mengatakan orang tersebut telah ditangkap.

"Jam malam polisi telah diberlakukan di daerah Kepolisian Chilaw dengan efek langsung sampai pukul 06.00 besok (Senin, 13 Mei) untuk mengendalikan situasi yang tegang," kata juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera kepada kantor berita Reuters.

Namun, polisi kemudian merevisi dengan mengatakan jam malam akan dicabut pada pukul 04.00 pagi waktu setempat pada hari Senin.

Pasukan Sri Lanka telah menembakkan tembakan ke udara untuk menghentikan kekerasan.

"Mereka melempari batu di tiga masjid dan beberapa toko milik Muslim. Sekarang situasinya telah tenang, tetapi kami takut pada malam itu," kata seorang pria Muslim setempat yang meminta namanya tidak disebutkan karena alasan keamanan, kepada Reuters.

Menurutnya, satu masjid mengalami kerusakan parah.

Ketegangan memuncak setelah para pengebom bunuh diri militan Muslim meledakkan diri di tiga gereja dan empat hotel pada 21 April atau pada Minggu Paskah. Sebanyak 257 orang tewas.

Kepala Polisi Sri Lanka Chandana Wickramaratn mengatakan pada pekan lalu bahwa semua yang terlibat dalam serangkaian serangan bom pada Minggu Paskah telah tewas atau ditahan. Namun, beberapa warga Sri Lanka khawatir masih ada penyerang.

Seminggu yang lalu di Negombo—tempat lebih dari 100 orang terbunuh saat ibadah Paskah—juga terjadi bentrokan antara komunitas Muslim dan Kristen. Pemicunya awalnya adalah perselisihan lalu lintas.

Sri Lanka telah berada dalam keadaan darurat sejak serangkaian serangan bom bunuh diri. Pasukan keamanan dan polisi telah diberikan kekuasaan untuk menangkap dan menahan tersangka untuk waktu yang lama.

Salah satu yang terakhir ditangkap adalah Mohamed Aliyar, cendekiawan Muslim asal Arab Saudi. Polisi mengklaim dia memiliki hubungan dengan Zahran Hashim, yang diduga sebagai pemimpin kelompok pengeboman.

"Informasi telah terungkap bahwa tersangka yang ditangkap memiliki hubungan dekat dengan Zahran dan telah mengoperasikan transaksi keuangan," bunyi pernyataan polisi seperti dikutip dari Sindonews.

Pernyataan itu mengatakan Aliyar terlibat dengan melatih kelompok pengebom bunuh diri di kota selatan Hambantota. (red)



Baca Juga Topik #internasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+
Internasional

Jamu Juventus, seperti apa formasi Fiorentina?

Selasa, 07 April 2015