20 Penambang Emas Tertimbun Longsor, 5 Orang Dilaporkan Tewas

Selasa, 14 Mei 2019 - 01:44:37 WIB Cetak

Ilustrasi: Warga berupaya mengevakuasi penambang yang tertimbun longsor di areal pertambangan di Desa Bakan, Bolaang Mongondow, 26 Februari 2019 lalu. Foto CNN Indonesia.

BETUAH.COM, JAKARTA - Sebanyak 20 penambang tertimbun longsor di lokasi penambangan emas rakyat di Gunung Pongkor, Bogor, Senin (13/5/2019) dini hari. Lima dari delapan korban yang ditemukan dilaporkan tewas.

Longsor yang terjadi di lokasi penambangan di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor itu lantaran hujan deras yang terjadi secara terus-menerus ditambah lagi dengan struktur tanah yang labil. 

"Struktur tanah yang labil serta hujan deras yang terus-menerus mengakibatkan tanah longsor di Gunung Pongkor sehingga puluhan penambang tertimbun longsor," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/5/2019).

Sutopo menyatakan, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti penambang yang tertimbun. Namun, menurut informasi warga yang selamat, terdapat 20 orang penambang yang masih tertimbun. 

"Tidak ada data pasti jumlah penambang namun beberapa warga yang selamat mengatakan sekitar 20 orang penambang," ucapnya, seperti dikutip dari Detik.com.

Dari hasil pencarian sementara, tim gabungan berhasil menemukan 8 korban. Sebanyak lima di antaranya meninggal dunia dan tiga orang selamat.

"Jumlah korban untuk sementara 5 orang meninggal dunia tanpa identitas telah ditemukan hingga siang tadi, 3 orang selamat atas nama Uus (35) Desa Bantar Karet, Dede (30) Desa Cisarua, dan Dika (24) Desa Cisarua," katanya.

Sutopo menjelaskan kondisi longsor yang curam menjadi kendala dalam proses pencarian, sehingga harus dilakukan secara manual. Namun pencarian saat ini dihentikan sementara hingga esok hari. 

"Tim SAR mengalami kesulitan mengevakuasi korban karena lokasi longsor yang sangat curam dan ada di kaki gunung. Medan cukup berat dan hanya bisa dilakukan secara manual. Pencarian dihentikan saat ini dan dilanjutkan esok hari. Aparat bersama PMI, relawan dan warga berusaha mengevakuasi korban," tutupnya. (red)



Baca Juga Topik #nasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+