FPI Sambangi Rumah Dinas Walikota Pekanbaru

Selasa, 14 Mei 2019 - 17:30:49 WIB Cetak

Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono berdialog dengan FPI di rumah dinas walikota, Selasa (14/5/2019).

BETUAH.COM, PEKANBARU - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru Husni Thamrin bersama sejumlah anggota, Selasa (14/5/2019) menyambangi rumah dinas Walikota Pekanbaru di Jalan A Ayani.

Kedatangan ormas Islam ini bertujuan meminta Walikota Pekanbaru mengambil tindakan tegas bagi sejumlah hiburan malam yang tetap buka pada malam Ramadhan.

Namun, kedatangan Ketua dan anggota FPI tak berhasil berjumpa dengan walikota. Mereka hanya disambut oleh Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono.

Kepada Agus Pramono, Ketua FPI Husni Thamrin meminta pemerintah agar serius menjalankan aturan Ramadhan yang ditandatangani langsung oleh walikota. Sebab, realita di lapangan masih banyak ditemukan tempat hiburan dibuka pada malam Ramadhan. 

"Padahal Walikota Pekanbaru bercita-cita Kota Pekanbaru menjadi Smart City Madani. Kita ini 85 persen merupakan muslim, dan sekarang bulan Ramadhan. Tetapi kita risau, karena di lapangan karaoke buka, pujasera buka, panti pijat, warnet, seluruh kemaksiatan di Pekanbaru buka," sesal dia.

Persoalan yang sama, sebut Husni, juga sudah disampaikan pihaknya kepada Wakil Walikota Pekanbaru ayat Cahyadi.

Sementara itu, Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono mengakui masih ada tempat-tempat usaha yang menyalahi aturan selama Ramadan tahun 2019 seperti warnet, panti pijat, rumah makan, dan hiburan malam.

Pihaknya tidak menolak niat dari FPI Kota Pekanbaru yang hendak bersinergi untuk menertibkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi ladang maksiat. Menurutnya, tim yustisi, ada satpol PP, ada kepolisian, TNI, ada tokoh agama yang masuk dalam penertiban. 

"Saya beri arahan, kalaupun FPI mau gabung ya boleh, karena memang tim yustisi ada di dalamnya ulama. Tetapi tidak semata mata saya berdua dengan FPI, dia kekuatan 30 saya 30," ujarnya.

Disebutkan Agus, banyak ormas yang ingin bergabung ke dalam tim yustisi untuk melakukan penertiban. Namun Ia menolak dengan alasan Satpol PP saat ini turun hanya melibatkan TNI dan Polri. 

"Hanya saya dengan TNI polri dengan badan dinas terkait. FPI kita sambut dengan baik, mereka potensi untuk bisa menertibkan, kita bilang sajalah sebagai tokoh agama. Kalau menimbulkan hal yang tidak diinginkan, seperti anarkis dan menendang ini itu kan tidak boleh, usaha itukan yang diatur hanya tentang waktu," ucapnya. (abd)



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+