Hitung Data C1 444.976 TPS, BPN Klaim Prabowo-Sandi Unggul 54,24 Persen

Selasa, 14 Mei 2019 - 22:19:40 WIB Cetak

Penghitungan suara Pilpres 17 April 2019 versi BPN. Prabowo-Sandi meraih 54,24 persen dan Jokowi-Ma'ruf 44,14 persen.

BETUAH.COM, JAKARTA - Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga diklaim memenangi Pilpres 17 April 2019 dengan perolehan sebanyak 48.657.483 suara atau 54,24 persen.

Sementara pasangan nomor urut 02 Jokowi-Ma'ruf disebut hanya mendapat 39.599.832 suara atau 44,14 persen.

Perolehan suara yang dikatakan sesuai penghitungan data C1 dari 444.976 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 810.329 TPS se-Indonesia per 14 Mei pukul 12.28 WIB itu disampaikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dalam simposium Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

"Maka sistem informasi Direktorat Satgas BPN Prabowo-Sandi dengan ini mengemukakan hasil-hasil perolehan kita. Walaupun sudah dicurangi sebagai berikut," kata Tim pakar BPN Prabowo-Sandi, Prof Dr Laode Masihu Kamaluddin, seperti dikutip dari Detik.com.

Perolehan suara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi berdasarkan hitung data C1 BPN itu bersifat sementara karena data yang masuk baru 54,91 persen. Dengan suara tidak sah sekitar 1,62 persen.

Berikut ini hasil penghitungan BPN dalam satuan suara:

01. Jokowi-Ma'ruf 39.599.832 suara
02. Prabowo-Sandi 48.657.483 suara

Tolak Penghitungan KPU

Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandi menolak hasil penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang terindikasi adanya kecurangan.

"Kami masih menaruh harapan pada KPU. Akan tetapi, sikap saya jelas bahwa saya akan menolak hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran dalam penyelenggaraan pemilu ini," tegas Prabowo dalam orasinya pada acara "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pemilu 2019" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Prabowo mengaku pihaknya masih menaruh secercah harapan pada KPU dan mengingatkan kepada insan-insan anggota KPU bahwa masa depan bangsa Indonesia ada di pundak anggota KPU.

"Kau (KPU) yang harus memutuskan. Kau yang harus memilih menegakkan kebenaran dan keadilan atau meneruskan kebohongan dan ketidakadilan. Kalau ketidakadilan, kau mengizinkan penjajahan rakyat Indonesia," tegas Prabowo, seperti dikutip dari Antaranews.com.

Dalam pemaparan fakta-fakta kecurangan, tim teknis BPN menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya, di antaranya adalah permasalahan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos, hingga salah hitung di website KPU. (red)



Baca Juga Topik #politik+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+