Ajukan 51 Alat Bukti, BW Dorong MK tak jadi Mahkamah Kalkulator

Sabtu, 25 Mei 2019 - 00:54:05 WIB Cetak

Bambang Widjojanto dan tim saat menyerahkan permohonan gugatan Pilpres 2019 ke MK, Jumat (24/5/2019) malam. (Foto Detik.com)

BETUAH.COM, JAKARTA - Tim hukum calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga resmi mengajukan gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (24/5/2019) malam.

Terdapat sebanyak 51 alat bukti dugaan kecurangan Pilpres yang dilaporkan tim hukum Prabowo-Sandi.

Ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto yang akrab disapa BW usai mengajukan permohonan gugatan hasil Pilpres itu mendorong agar MK tidak menjadi "mahkamah kalkulator".

"MK dalam berbagai putusannya telah memutuskan berbagai perkara sengketa pemilihan, khususnya pilkada, dengan menggunakan prinsip terstruktur, sistematis, dan masif. Kami coba mendorong MK bukan sekadar mahkamah kalkulator, yang bersifat numerik," ujarnya, seperti dikutip dari Detik.com.

Untuk itu, BW meminta MK memeriksa dugaan-dugaan kecurangan yang disampaikan. Dengan adanya kecurangan-kecurangan itu, lanjutnya, maka muncul penilaian bahwa Pemilu 2019 merupakan yang terburuk dalam sejarah.

"Tapi memeriksa betapa kecurangan itu sudah makin dahsyat. Dan itu sebabnya di publik ada berbagai pernyataan yang menjelaskan inilah pemilu terburuk di Indonesia yang pernah terjadi selama Indonesia berdiri," ucapnya.

Menurut dia, jika menggunakan standar Pemilu 1955, diperlihatkan bahwa pemilu yang paling demokratis terjadi ketika awal kemerdekaan. Sehingga, permohonan pihaknya ini disebut menjadi penting untuk masa depan demokrasi Indonesia.

"Sehingga permohonan ini jadi penting, bukan karena siapa yang mengajukan, tapi MK akan diuji apakah dia pantas untuk jadi suatu mahkamah yang akan menorehkan legacy dan akan membangun peradaban kedaulatan rakyat untuk masa yang akan datang. Pada titik inilah permohonan ini jadi penting untuk disimak," tegasnya.

Selain itu, BW mengajak seluruh rakyat memperhatikan dengan sungguh-sungguh proses sengketa pilpres ini. BW juga berharap MK bisa memperlihatkan kejujuran dan keadilan.

"Semoga MK bisa menempatkan dirinya jadi bagian penting di mana kejujuran dan keadilan harus jadi watak dari kekuasaan dan bukan justru jadi bagian dari satu sikap rezim yang korup," tuturnya. (red)



Baca Juga Topik #politik+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+