10 Warga Sipil Tewas Dibombardir Militer Suriah Saat Idul Fitri

Sabtu, 08 Juni 2019 - 00:52:28 WIB Cetak

Kondisi bangunan di wilayah Provinsi Idlib, Suriah, hancur akibat serangan udara. (Foto/REUTERS/File Photo)

BETUAH.COM, IDLIB - Sedikitnya 10 warga sipil di Provinsi Idlib dilaporkan tewas akibat dibombardir militer Suriah saat penduduk setempat tengah merayakan Idul Fitri 1440 H, Rabu (5/6/2019) waktu setempat.

Kelompok pemantau krisis Suriah menyebut, selain pengeboman dari udara, pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad itu juga melakukan penembakan. 

Sementara Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, dua anak termasuk di antara enam orang yang tewas dalam serangan rezim Suriah di kota Kafr Aweid, Provinsi Idlib yang dikuasai kelompok ekstremis.

Observatorium menambahkan, serangan udara rezim Assad juga menghantam sepeda motor di kota Maaret al-Numan, Idlib, dan menewaskan seorang wanita dan dua anaknya.

Fotografer AFP di lokasi kejadian mengatakan, sisa-sisa jasad yang berserakan dari salah satu anak yang menjadi korban serangan tersebut ditempatkan di sebuah kotak kardus sebelum dikuburkan. Sedangkan jasad korban lainnya ditutupi sarung biru bersulam.

Kemudian warga sipil lain yang juga tewas dalam penembakan oleh rezim Suriah itu ditemukan di pedesaan Hama utara, yang juga dikendalikan oleh pemberontak Suriah.

Serangan pada Rabu terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di beberapa bagian barat laut negara itu yang dikendalikan oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham, bekas afiliasi al-Qaeda.

Kesepakatan gencatan senjata pada September lalu seharusnya mencegah serangan ofensif rezim Suriah di provinsi Idlib dan daerah sekitarnya. Wilayah itu merupakan rumah bagi sekitar 3 juta orang, di mana hampir setengah dari mereka telah telantar.

Menurut data Observatorium, pengeboman di provinsi Idlib dan daerah sekitarnya telah menewaskan lebih dari 300 orang sejak akhir April 2019.

Sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat konflik Suriah telah menggusur hampir 270.000 orang hanya pada bulan Mei 2019 saja. Menurut kantor kemanusiaan PBB, sebanyak 24 fasilitas kesehatan dan 35 sekolah telah dilanda eskalasi terbaru.

Analis memperkirakan bahwa Presiden Bashar al-Assad dan sekutu-sekutunya akan terus menggerogoti daerah tersebut, tetapi tidak melepaskan serangan besar yang akan menciptakan kekacauan di depan pintu Turki.

Konflik di Suriah sendiri telah menewaskan lebih dari 370.000 orang sejak pecah pada 2011 silam. (red)



Baca Juga Topik #internasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+