Brigadir Toama Ditusuk Penderita Gangguan Jiwa Saat Operasi Ketupat

Sabtu, 08 Juni 2019 - 01:49:01 WIB Cetak

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi Priadinata

BETUAH.COM, JAKARTA - Personil Kepolisian Daerah (Polda) Banten Brigadir Toama Sugara, menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam saat melakukan pengamanan arus lalu lintas dalam Operasi Ketupat 2019, Jumat (7/6/2019) sekira pukul 14.30 WIB.

Penyerangan menggunakan pisau dapur yang mengakibatkan Brigadir Toama mengalami luka tusuk di bagian pipi sebelah kanan itu terjadi di pertigaan Kadu Maria, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala Bidang Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi Priadinata menyebut, kejadian itu berawal saat pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa menghampiri Brigadir Toama yang sedang bertugas mengamankan arus lalu lintas dan langsung melakukan penyerangan.

"(Pelaku) langsung menusukkan pisau kecil arah kanan dan langsung menusuk ke pipi sebelah kanan," ungkap dia, Jumat (7/6/2019).

Usai melakukan penusukan, terang Edy, pelaku langsung melarikan diri. Atas dasar itu, Brigadir Toama kemudian memberikan tembakan peringatan dua kali namun tak dihiraukan pelaku. Brigadir Toama dibantu sejumlah warga lantas melakukan pengejaran dan berhasil melumpuhkan pelaku.

"Dan dilumpuhkan satu tembakan ke arah paha kanan (pelaku)," ujar pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolres Kabupaten Kampar ini.

Brigadir Toama dan pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Petugas kemudian mengamankan barang bukti satu buah pisau dapur yang digunakan pelaku.

Setelah diamankan, polisi kemudian melakukan komunikasi dengan keluarga pelaku yang diketahui bernama Daman. Berdasarkan keterangan dari orang tua dan keluarga, lanjutnya, diketahui bahwa pelaku mengidap gangguan jiwa. 

"Pelaku berusia 35 tahun diduga telah mengidap gangguan jiwa sejak tahun 2014," kata Edy.

Dari keterangan pihak keluarga, pelaku disebut tengah melakukan rawat jalan kesehatan jiwa. Namun, obat yang diberikan kepada pelaku tak kunjung diminum. 

"Orang tua dan keluarga meminta maaf atas kelakuan anaknya yang telah menusuk korban anggota Polri yang sedang bertugas melayani arus lalu lintas menuju ke objek wisata pantai Carita," tutup Edy, yang juga pernah menduduki jabatan sebagai Wakapolresta Pekanbaru ini. (red)



Baca Juga Topik #hukrim+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+