MTQ Internasional, Menag Terima Rp425 Juta dari Keluarga Raja Arab Saudi

Rabu, 26 Juni 2019 - 21:55:21 WIB Cetak

Menag Lukman Hakim Saifuddin. (Kompas Foto)

BETUAH.COM, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, mengaku menerima uang sebesar US$30 ribu atau setara dengan Rp425,5 juta dari Keluarga Raja Arab Saudi Amirru Sulton untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) internasional.

Pengakuan itu disampaikan Menag Lukman pada sidang dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

"Karena rutin raja, keluarga Sulton itu mengadakan MTQ internasional. Di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya", ujar Lukman.

Menag mengaku sempat menolak pemberian itu namun pihak keluarga kerajaan tersebut memaksa. Menag bahkan mengklaim pemberian uang sudah jadi tradisi di sana. Jika senang dengan sesuatu, maka diberi hadiah.

"Lalu dia menyerahkan uang itu. Yang awalnya saya tidak terima, tapi dia mengatakan ini bentuk hadiah yang karena saya tidak boleh menerima itu, maka ya sudah kata dia berikan saja ke Khoiriyah, kegiatan kebaikan, untuk kegiatan bakti sosial," ungkapnya.

Uang ratusan juta itu diterima Menag dari dua orang yakni Saad Bin Husein An Namasi dan Syeikh Ibrahim bin Sulaiman Alnughaimshi. Keduanya adalah atase dan mantan atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi. Ia menyebut penerimaan itu dilakukan pada Desember 2018 di ruang kerja Menag.

"Dua orang itu yang memberikan uang itu," katanya.

"Keterangan Saudara ini bisa mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara," kata Jaksa KPK.

"Ngasih uangnya di mana 30 ribu USD?" tanya jaksa.

"Di ruang kerja saya," jawab Menag, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan bahwa Menag Lukman turut menerima uang sebesar Rp70 juta yang diberikan secara bertahap masing-masing Rp50 juta dan Rp20 juta. Hal itu pun dibantah oleh Menag.

Menag, dalam kesaksian sebelumnya, menyebut tidak tahu soal uang tersebut. Jaksa pun mengonfirmasi fakta persidangan yang muncul terkait uang yang diterima ajudan Lukman saat kunjungan kerja ke Jawa Timur.

Lukman mengaku berulang kali menekankan kepada dua ajudannya untuk tidak menerima uang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

"Karena yang resmi saya harus menandatangani tanda terima. Jadi kalau ada pemberian dari siapapun juga melalui ajudan saya yang tidak ada tanda terimanya saya tekankan jangan pernah terima itu. Seingat saya mestinya jajaran pejabat Kemenag sudah tahu. Kalau mereka mengenal saya mereka tahu itu. Bukan sekali dua kali saya tekankan," katanya. 

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Romi sebagai tersangka bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. (red)



Baca Juga Topik #hukrim+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+