Video Pangeran Andrew Bersama Si Rambut Pirang di 'Rumah Seks' Beredar

Selasa, 20 Agustus 2019 - 00:49:07 WIB Cetak

Seorang pria yang diidentifikasi sebagai Pangeran Andrew dan seorang wanita berambut coklat ketika di rumah mewah miliarder Jeffrey Epstein di New York. (Foto/Mail on Sunday

BETUAH.COM, LONDON - Seorang pria yang diidentifikasi sebagai Pangeran Andrew, putra kedua Ratu Elizabet II, mengguncang publik di Inggris setelah videonya di "rumah seks" beredar dan dipublikasikan media Inggris Mail on Sunday.

Dalam video berdurasi singkat dan buram itu, Pangeran Andrew terlihat melambaikan tangan kepada seorang wanita muda berambut coklat di rumah mewah milik miliarder AS, Jeffery Epstein di di New York.

Rumah mewah milik Jeffery Epstein, miliarder yang bunuh diri di penjara Amerika Serikat pada 11 Agustus 2019 kemarin itulah yang disebut sebagai "rumah seks", tempat gadis-gadis di bawah umur dijadikan budak seks.

Video yang mengguncang publik Inggris itu diketahui diambil pada Desember 2010 lalu, atau dua tahun setelah Epstein dihukum karena memaksa gadis di bawah umur untuk pelacuran. Tindakan itu membuatnya dijatuhi hukuman 18 bulan penjara.

Di video tersebut, Pangeran Andrew tampak melambaikan tangan dan mengucapkan selamat tinggal kepada seorang wanita muda berambut coklat. Setelah saling bertukar sapa, sang pangeran memberinya anggukan dan kemudian melihat sekilas ke pintu seolah-olah untuk memastikan bahwa tidak ada paparazzi yang melihat.

Beberapa saat sebelum Pangeran Andrew muncul di ambang pintu, Epstein sendiri terlihat meninggalkan rumah mewah miliknya itu ditemani si rambut pirang.

Menanggapi video tersebut, Istana Buckingham langsung angkat bicara. Pihak istana mengklaim jika Pangeran Andrew tidak mengetahui adanya kesalahan yang terjadi di mansion itu. "Ia telah terkejut oleh laporan baru-baru ini tentang dugaan kejahatan yang dilakukan Jeffrey Epstein," kata pihak istana.

"Yang Mulia menyesalkan eksploitasi manusia mana pun dan ia akan memaafkan (laporan yang menyudutkannya), berpartisipasi dalam atau mendorong perilaku seperti itu menjijikkan," ujar pihak istana seperti dikutip Sindonews dari Russia Today, Senin (19/8/2019).

Meski Pangeran Andrew merasa tidak terlibat dalam skandal seks gadis di bawah umur, namun dokumen pengadilan AS mengklaim bahwa sang pangeran secara tidak patut menyentuh seorang wanita di apartemen Epstein di Manhattan, dan memaksa wanita lain untuk berhubungan seks dengannya di sebuah pulau pribadi Karibia yang dimiliki oleh mendiang pemodal Amerika. (red)



Baca Juga Topik #internasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+
Internasional

Turki Bakal Beli 120 Unit Jet Tempur Siluman F-35

Senin, 17 Desember 2018
Internasional

'Vampir Kanibal' di India Bunuh dan Minum Darah Ibunya

Selasa, 08 Januari 2019