Subsidi akan Dicabut, Tarif Listrik 900 VA Naik Awal 2020

Rabu, 04 September 2019 - 22:35:43 WIB Cetak

Foto ilustrasi

BETUAH.COM, JAKARTA - Pemerintah Pusat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR sepakat tak lagi mensubsidi listrik untuk pelanggan 900 VA (Volt Amphere) pada 2020 mendatang. Dengan demikian akan berlaku tarif baru mulai awal Januari.

"Nah kemarin keputusan di Senayan (Banggar), sudah deh semua 900 VA dicabut, begitu. Semua pelanggan 900 VA kan keputusan Senayan baik yang mampu tidak mampu, kalau dia pelanggan 900 VA, dicabut (subsidinya). Sudah 900 VA pasti mampu kok," kata Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero) Djoko Raharjo Abumanan di JCC Senayan Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Disebutkannya, sebagian besar pelanggan 900 VA telah dicabut subsidinya. Saat ini, masih tersisa sebanyak 6,9 juta pelanggan yang mendapat subsidi.

"Sekarang kira-kira 6,9 juta itu yang akan pindah ke kelompok tidak subsidi," ungkapnya.

Pada 2020, total jumlah pelanggan 900 VA diperkirakan mencapai 27 juta. "Kira-kira itu nanti Januari jumlahnya 27 juta pelanggan 900 VA. Nyambungnya kan 3 jutaan tiap tahun, nah kita prediksi Januari besok jumlahnya jadi 27 juta," ujar dia.

Dengan pencabutan subsidi, nantinya pelanggan 900 VA akan masuk pelanggan non subsidi. Setelah itu, maka akan berlaku tarif penyesuaian di mana tarif listrik tergantung sejumlah komponen seperti dolar dan harga minyak atau Indonesia crude price (ICP). Artinya, tarif listrik bisa naik atau turun.

"Tapi belum tentu ada kenaikan tarif, tergantung dolar, dolar turun, turun. ICP turun, turun dan inflasi. Masuk tarif penyesuaian 3 bulanan, cuma selama ini disubsidi jadi nggak subsidi," tutupnya seperti dikutip dari Detiik.com.

Wacana pencabutan subsidi listrik 900 VA itu sebelumnya terungkap dalam rapat panitia kerja anggaran terkait subsidi di Ruang Banggar DPR, Selasa (3/9/2019).

Dalam rapat itu, pemerintah diwakili Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kementerian Keuangan) Suahasil Nazara dan jajaran Dirjen Kementerian ESDM, salah satunya Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana.

Usul pencabutan subsidi pelanggan listrik 900 VA datang langsung dari Kementerian ESDM. Alasannya karena pelanggan listrik 900 VA dengan jumlah 24,4 juta masuk dalam kategori rumah tangga mampu (RTM).

"Apabila R1 900 VA-RTM dilepas subsidinya, maka subsidi listrik menjadi Rp 54,79 triliun," ujar Rida saat memberikan pemaparan seperti dikutip dari Kompas.com.

Saat ini dari 38 golongan pelanggan listrik, 26 golongan diantaranya masih mendapatkan subsidi. Total jumlah pelanggan yang mendapatkan subsidi listrik mencapai 61 juta pelanggan.

Pelanggan tersebut terdiri dari 23,9 juta pelanggan listrik 450 VA, 31,5 juta pelanggan listrik 900 VA dan 5,7 juta sisanya pelanggan yang terbagi pada 24 golongan lainnya.

Khusus untuk pelanggan listrik 900 VA, terdapat dua bagian yakni pelanggan yang miskin dan pelanggan yang mampu. Total pelanggan rumah tangga mampu inilah yang mencapai 24,4 juta pelanggan.

Total subsidi untuk 24,4 juta pelanggan listrik 900 VA ini sebesar Rp 6,9 triliun. Subsidi inilah yang akan dicabut oleh pemerintah. Dengan pencabutan subsidi itu, angaran subsidi listrik hanya Rp 54,7 triliun pada 2020.

Angka ini lebih kecil dari usulan di RAPBN 2020 yang sebesar Rp 62,2 triliun. Selain itu subsidi listrik 2020 juga lebih kecil dari 2019 yang mencapai Rp 65,3 trilliun.

"Tadi diusulkan Kementerian ESDM bahwa tarif itu tidak lagi tarif subsidi. Sehingga secara subsidi turun dari Rp 61,7 triliun jadi Rp 54,8 trilliun," kata Suahasil. (red)



Baca Juga Topik #nasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+