Jadi Tersangka Suap, Menpora Minta Waktu Konsultasi ke Presiden

Kamis, 19 September 2019 - 00:47:02 WIB Cetak

Menpora Imam Nahrawi saat memberikan keterangan pers terkait penetapan dirinya sebagai tersangka suap dana hibah KONI, di kediamannya di Widya Chandra III, Jakarta, Rabu (18/9/2019) malam. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz)

BETUAH.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, menyatakan bakal melaporkan terlebih dahulu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan suap dana hibah KONI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Karena saya baru tahu sore, tentu beri kesempatan saya nanti untuk berkonsultasi kepada pak presiden," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan apakah dia akan mundur sebagai menteri pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, pada jumpa pers di kediamannya di Widya Chandra, Jakarta, Rabu (18/9/2019) malam.

Perihal penetapan dirinya sebagai tersangka suap, Menpora mengaku jika pihaknya belum mengetahui secara detail kasus yang disangkakan oleh KPK, sehingga masih belum melakukan pertemuan dengan siapapun termasuk kader ataupun pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Namun demikian, Menpora mengatakan siap mengikuti proses hukum yang berlaku serta memberikan jawaban yang sebenar-benarnya agar kasusnya dapat terungkap. Dia juga menegaskan kepada seluruh pihak untuk tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

"Buktikan saja (saya menerima suap 26 miliar). Jangan pernah menuduh orang sebelum ada bukti," tegasnya.

"Jangan sampai kemudian ini membuat justifikasi seolah saya bersalah. Tidak. Akan kami buktikan bersama-sama nanti di proses pengadilan," sambung dia.

Sebelumnya diberitakan, Menpora dan asisten pribadinya Miftahul Ulum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap dana hibah dari pemerintah ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun anggaran 2018.

Dari penjelasan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Menpora Imam Nahrawi diduga menerima suap sebesar Rp26,5 miliar. Uang itu diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. (red)



Baca Juga Topik #hukrim+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+