Bayi Berusia Tiga Hari di Pekanbaru Diduga Meninggal Akibat Kabut Asap

Kamis, 19 September 2019 - 14:18:53 WIB Cetak

Suasana duka di rumah bayi malang yang diduga meniggal akibat terpapar kabut asap, Kamis (19/9/2019).

BETUAH.COM, PEKANBARU - Seorang bayi laki-laki yang baru berusia tiga hari, meninggal dunia diduga akibat terpapar kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat menyelimuti Kota Pekanbaru.

Sebelum meninggal pada Rabu (18/9/2019) malam, anak pertama dari pasangan Evar Warisman Zendrato dan Lasmayani Zega, warga Jalan lintas timur kilometer 17, RT 02/RW 04, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya ini sempat mengalami sesak nafas dan demam tinggi.

Dari keterangan orangtuanya, Evar Warisman, bayi malang tersebut lahir pada Senin (16/9/2019) sore sekitar pukul 16.50 WIB di salah satu klinik di Jalan Lintas Timur. Saat lahir, kondisi bayi dalam keadaan sehat dan begitu juga dengan sang ibu.

Pada Selasa (17/9/2019) pagi, mereka pulang ke rumah dari klinik. Saat pulang ke rumah, kondisi bayi masih baik dan sehat. 

"Kondisi bayi mulai berubah pada Selasa malam. Mulai batuk -batuk dan pilek," cerita Evar, ayah bayi malang itu dijumpai wartawan di rumah duka, Kamis (19/9/2019) pagi.

Selain menderita batuk dan pilek, suhu badan sang bayi panas tinggi dan sesekali mengalami sesak napas. Melihat kondisi bayi memprihatinkan, orangtua nya lantas meminta bidan di klinik tempat melahirkan untuk datang ke rumah mengecek kondisi dan kesehatan bayi pada Rabu (18/9/2019) pagi.

Dari pemeriksaan bidan tersebut, suhu badan bayi cukup tinggi, mencapai 40 derajat celcius. Dan diberikan obat penurun demam dan obat batuk, flu, dan obat lainnya. Usai diberikan obat, kondisi bayi kembali membaik dan pulih. 

"Kondisi bayi kembali memburuk malam harinya. Saat saya makan, kata istri saya adek keliatan pucat bang, dan mulai menghitam," Kata evan menjelaskan kronologis kejadian sambil menahan tangis nya di hadapan bayi. 

Karena kondisi bayi tampak pucat, batuk dan sesak nafas, Evar panik hingga kembali menelpon bidan klinik tempat istrinya melahirkan. Saat bidan datang kembali diperiksa, suhu badan bayi kembali meningkat menjadi 41 derajat. 

Melihat kondisi bayi yang cukup serius, akhirnya bidan klinik merujuk ke Rumah Sakit Syafira Jalan Jendral Sudirman. 

"Dalam perjalanan menuju rumah sakit, sampai di Jalan Pesantren, adek (bayi) udah gak ada lagi. Tapi kita tetap berusaha, terus melanjutkan ke rumah sakit," terang Evar. 

Namun sayang, sesampainya di Rumah Sakit, nyawa bayi malang yang belum sempat diberi nama itu tak bisa diselamatkan.

"Kata dokter penyebab meninggalnya karena virus yang disebabkan oleh kabut asap. Sesak napas yang timbul karena kabut asap," ungkap Evar. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Muhammad Amin mengaku telah mendapat informasi itu. Namun, ia belum bisa memastikan penyebab pasti meninggalnya bayi tersebut.

"Iya benar, kita sudah dapat informasinya. Namun sampai saat ini kita belum bisa pastikan meninggalnya karena kabut asap, karena awalnya bayi demam," ujar dia.

Dijelaskan Amin, bayi tersebut baru berusia tiga hari, namun pada hari kedua bayi mengalami demam yang cukup tinggi. Bahkan laporan dari puskesmas kondisi bayi yang tidak stabil dugaan sementara dikarenakan demam. 

"Laporan Puskesmas ke saya kondisi bayi demam. Suhunya mencapai 39 lebih. Tapi kasus ini masih kita dalami penyebabnya," ucap Amin. (abd) 



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+