Mantan Pimpinan Dewan Masih Enggan Kembalikan Mobil Dinas Mewah

Selasa, 01 Oktober 2019 - 22:56:52 WIB Cetak

Mobil dinas yang berhasil dijemput paksa di rumah AD

BETUAH.COM, PEKANBARU - Mantan pimpinan DPRD Kota Pekanbaru periode 2009-2014 DE, hingga kini masih enggan mengembalikan satu unit mobil dinas mewah jenis Toyota Vellfire ke pemerintah kota.

Dari penelusuran yang dilakukan Satpol PP Pekanbaru, mobil dinas yang merupakan aset pemerintah kota itu keberadaannya terlacak di Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat.

Untuk DE, Satpol PP berencana melakukan penarikan melalui jalur hukum. Jika proses ini ditempuh, DE bisa dipidanakan dalam kasus penggelapan aset milik pemerintah.

Sementara satu unit lagi jenis Inova yang sebelumnya dikuasai mantan anggota dewan AD, sudah berhasil dijemput Satpol PP pada Selasa (1/10/2019) siang. AD tak berkutik ketika personel Satpol PP menyambangi rumahnya dan menarik mobil dinas tersebut.

Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono mengatakan, mobil dinas itu baru berada di rumah AD pada Selasa pagi. "Begitu mobil tersebut terlacak, petugas langsung melakukan penarikan," ungkapnya seraya menyebut tak ada perlawanan dari AD saat mobil dinas itu dijemput paksa.

Ketika dilakukan penarikan, AD juga sekaligus menyerahkan surat menyurat kendaraan ke personel Satpol PP. "Surat-suratnya juga sudah dikasih. Sekarang mobilnya sudah diamankan di kantor dan nanti akan diserahkan ke BPKAD," ujarnya.

Dalam penarikan mobil dinas dari AD, Satpol PP sempat kewalahan lantaran mobil tersebut diduga telah digadaikan AD kepada keluarganya di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono (kiri) saat berada di rumah adik AD di Desa Pulau Birandang, Kampar, Sabtu dinihari lalu.

Dari keterangan Evi yang mengaku adik AD, mobil dinas tersebut merupakan jaminan atas pinjaman uang sebesar Rp70 juta oleh AD. Evi hanya bersedia menyerahkan ke Satpol PP jika uang puluhan juta itu diganti.

"Saat kita mendatangi rumah Evi di Pulau Birandang, mereka tidak mau menyerahkan. Mereka minta uanganya diganti dulu baru mobil bisa dibawa," terang Agus.

Khawatir upaya penarikan akan mendapat perhatian warga setempat, Satpol PP memilih mundur dan terus melakukan pengawasan di lapangan.

"Dari pengawasan petugas pada Selasa pagi, mobil tersebut tidak lagi terlihat di rumah Evi. Yang ada mobil AD. Jadi kita simpulkan mobil AD sebagai jaminan (atas pinjaman uang) dan mobil dinas tersebut telah berada di tangan AD," ucapnya.

Petugas pun langsung menuju ke rumah AD. Benar saja, mobil dinas yang sudah ditahan selama lima tahun itu terparkir di rumah AD. "Maka langsung dilakukan penarikan. Saat penarikan mulus-mulus saja, tidak ada perlawanan," tutup mantan Perwira TNI AD berpangkat Kolonel ini. (abd)



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+