Baru 61 Persen, Pembangunan Pasar Induk Pekanbaru Molor Lagi

Jumat, 04 Oktober 2019 - 16:28:07 WIB Cetak

Walikota Pekanbaru Firdaus didampingi Kepala Disperindag Ingot Ahmad Hutasuhut saat meninjau pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta.

BETUAH.COM, PEKANBARU - Pembangunan Pasar Induk Pekanbaru di atas lahan seluas 3,2 hektare di Jalan Soekarno-Hatta ujung, Kecamatan Tampan kembali molor dari jadwal semula.

Sebelumnya, pembangunan pasar yang dilakukan PT Agung Rafa Bonai (ARB) selaku kontraktor pelaksana itu ditargetkan tuntas pada Oktober ini. Namun kenyataan di lapangan, pembangunannya baru berkisar di angka 61 persen.

"Memang tidak capai target dari waktu yang telah ditetapkan. Sampai saat ini, setelah kita tinjau kemarin, progres pembangunan baru berkisar 61 persen lah," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Jumat (4/10/2019).

Menurut Ingot, molornya pembangunan itu akibat kontruksi lahan. Ia menyebut elevasi lahan yang rendah membutuhkan waktu bagi pengembang untuk menimbun lahan yang akan dibangun.

"Kalau kita lihat dari Jalan Soekarno-Hatta, lahan untuk pembangunan itu jauh lebih rendah. Sekitar satu meter lebih untuk penimbunan lahan itu saja dengan luas 3 hektare, dan itu harus bertahap agar benar-benar padat," ujar Ingot.

Walikota Pekanbaru Firdaus didampingi sejumlah pejabat saat meninjau pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta.

Meski molor, namun Ingot memastikan pembangunan masih berlanjut di lapangan. Pihaknya menargetkan paling lama pasar dengan investasi sebesar Rp94 miliar itu sudah bisa difungsikan di awal 2020 mendatang.

Dengan dioperasikannya Pasar Induk nanti, terang Ingot, seluruh aktivitas bongkar muat barang kebutuhan pokok yang sejauh berlangsung di kawasan Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (TBRPS) akan dipusatkan di Pasar Induk.

"Kemudian pedagang yang masih berjualan di terminal (TBRPS) juga akan dipindahkan ke Pasar Induk. Ada sebanyak 625 lapak dan kios yang disediakan untuk para pedagang," tutup Ingot. (abd)



Baca Juga Topik #Ekonomi+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+