Jumpai Moeldoko, Mahasiswa Deadline Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Jumat, 04 Oktober 2019 - 16:50:37 WIB Cetak

Ribuan mahasiswa saat aksi demo menolak revisi RKUHP dan revisi UU KPK di gedung DPR/MPR di Jakarta. (Foto Istimewa)

BETUAH.COM, JAKARTA - Mahasiswa memberikan waktu hingga 14 Oktober 2019 kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Presiden mahasiswa Universitas Trisakti Dino Ardiansyah mengatakan, jika hingga 14 Oktober Perppu KPK belum juga ditertibkan, maka mahasiswa akan kembali ke jalan dengan jumlah yang lebih besar dari aksi-aksi sebelumnya.

"Kami harap ada pertimbangan dari Pak Jokowi untuk mengeluarkan statement untuk mengeluarkan Perppu KPK," kata Dino usai bertemu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Disebutkan Dino, pertemuan sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas dengan Moeldoko bertujuan menyampaikan tujuh tuntutan tuntaskan reformasi, pembebasan mahasiswa dan pelajar yang masih ditahan, hingga pengusutan pelaku penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari.

Kemudian mahasiswa meminta pemerintah membuka ruang dialog atau jajak pendapat antara Jokowi dengan mahasiswa. Disampaikannya, Moeldoko merespons tuntutan tersebut dan akan menyampaikannya kepada Jokowi.

Namun, terang Dino, pemerintah belum bisa memastikan apakah pertemuan Jokowi dengan mahasiswa bisa dilakukan secara terbuka.

"Kami mintanya sih intinya ini terbuka, semua elemen mahasiswa dihadirkan. Walaupun Pak Moeldoko belum bisa memberikan statement apakah ini terbuka atau tidak," ujarnya.

Di samping itu, Dino juga menepis anggapan gerakan mahasiswa terbelah karena dirinya dan sejumlah mahasiswa lainnya bertemu dengan Moeldoko. Ia mengatakan bahwa gerakan mahasiswa masih solid dalam mengawal tujuh tuntutan tuntaskan reformasi.

"Ini beberapa kampus, secara substansi sama, tapi beda cara. Kami di sini berpikir mulai komunikasi dengan pemerintah. Ini bukan memecah gerakan kami. Kami tetap solid. Yang ingin kami sampaikan, ini hanya cara," tegas dia seperti dikutip dari CNN Indonesia. (red)



Baca Juga Topik #nasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+