Batu Raksasa Hujani Pemukiman Warga, 7 Rumah dan 1 Sekolah Ambruk

Rabu, 09 Oktober 2019 - 21:26:38 WIB Cetak

Kondisi salah satu rumah warga yang tertimpa batu besar. (ANTARA/Ali Khumaini)

BETUAH.COM, PURWAKARTA - Batu raksasa menghujani pemukiman warga di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019) siang. Tujuh rumah dan satu bangunan sekolah dilaporkan ambruk akibat tertimpa batu berukuran besar tersebut.

Ke-7 rumah yang rusak di antaranya rumah permanen ukuran 10X8 milik Dodi (35), rumah permanen ukuran 8x6 milik Holid (55), rumah milik Oji (40), rumah milik Kamsir (40), rumah milik Aceng (55) dan rumah milik Aceng (50).

Kepala Desa Sukamulya Oded mengatakan, hujan batu raksasa itu diduga terjadi akibat aktivitas penambangan di dekat permukiman yang menggunakan bahan peledak sehingga batu besar dari gunung jatuh sampai akhirnya menimpa rumah warga.

"Batu yang jatuh sangat besar ukurannya, sampai membuat rumah ambruk," ungkapnya, Rabu (9/10/2019).

Terpisah, Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Purwakarta Wahyu Wibisono menyebut, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

"Korban jiwa tidak ada. Tapi ada tujuh bangunan yang rusak parah," kata dia.

Dari hasil pengecekan di lapangan dan menurut keterangan saksi, terang Wahyu, batu besar itu jatuh dari ketinggian sekitar 500 meter ke rumah warga yang ada di bawah gunung.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius saat meninjau rumah warga yang amruk tertimpa batu raksasa. (Foto Dian Firmansyah/Detikcom).

Sementara itu, Kapolres Purwakarta AKBP Matrius menyatakan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa hujan batu yang diduga akibat aktivitas pertambangan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS).

"Kami dari Polres Purwakarta sudah menurunkan tim untuk menyelidiki apakah ada pelanggaran (yang dilakukan PT MSS) atau tidak. Kami terus menyelidiki lebih dalam," ujarnya kepada Antara.

Perusahaan tambang batu tersebut melakukan tehnik blasting atau peledakan dalam menjalankan kegiatan pertambangan batu.

"Kegiatan blasting dilakukan di sebelah sisi gunung. Tapi dampaknya batu-batu yang sebelah sini (sisi gunung lainnya) yang dekat pemukiman warga bergetar dan berjatuhan ke bawah," ungkapnya.

Ia mengaku sudah menurunkan tim untuk menyelidiki apakah peristiwa itu ada unsur kelalaian atau tidak. Termasuk melakukan penyelidikan apakah kegiatan pertambangan dengan blasting tersebut sesuai dengan standar operasi atau tidak.

Menurut dia, jika dalam penyelidikan ditemukan sesuatu hal yang memenuhi unsur kelalaian, pihaknya akan memprosesnya lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (red)



Baca Juga Topik #nasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+