Warga Pekanbaru Nyaris Batal Nikah Akibat Buang Sampah Sembarangan

Rabu, 16 Oktober 2019 - 23:34:46 WIB Cetak

Warga yang tertangkap kamera personel Satgas DLHK Pekanbaru saat membuang sampah di luar waktu yang ditentukan. (dok dlhk)

BETUAH.COM, PEKANBARU - Sejumlah warga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, ternyata ada yang nyaris tak bisa melaksanakan pernikahan akibat kedapatan membuang sampah sembarangan dan tak sesuai waktu yang ditentukan.

Pasalnya, Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) warga bersangkutan disita oleh Tim Satuan Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (Satgas DLHK) Kota Pekanbaru saat ia dijaring buang sampah sembarangan.

Akibatnya, warga tersebut tak bisa mengurus berbagai administrasi yang dibutuhkan jelang pernikahan. Mau tak mau, warga yang melanggar mesti melunasi denda sebesar Rp250 ribu agar bisa mendapat e-KTP yang telah disita petugas.

"Akibat mereka tidak bisa mengurus dokumen jelang nikah, akhirnya mereka datang (ke kantor DLHK) dan melunasi dendanya," cerita Kepala Seksi Penegakan Hukum Lingkungan DLHK Kota Pekanbaru Rubi Adrian, Rabu (16/10/2019).

Dikatakan Rubi, sepanjang 2019 ini tim Satgas DLHK telah berhasil menjaring sebanyak 149 warga yang membuang sampah sembarangan dan tak sesuai waktu yang ditentukan. Dari jumlah itu, 54 di antaranya masih enggan membayar denda sesuai aturan berlaku.

"Bagi yang belum bayar denda ini, KTP nya masih kita sita," ungkap dia.

Personel Satgas DLHK Pekanbaru menegur warga yang hendak membuang sampah di luar waktu yang ditentukan.

Tak hanya disita, akses layanan publik bagi pelanggar yang tak membayar denda akan ditutup. DLHK melakukan pemblokiran data masing-masing warga pelanggar bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

"Kita kasih waktu satu minggu untuk pembayaran denda dan pengambilan KTP. Kalau tidak, kita serahkan ke Disdukcapil untuk dilakukan pemblokiran data," ungkapnya yang mengakui ada juga sampai satu bulan baru diambil pelanggar.

Untuk diketahui, penerapan denda bagi warga yang membuang sampah sembarangan dan tak sesuai waktu yang ditentukan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru Nomor 8 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, dan Peraturan Walikota Pekanbaru No.134 tahun 2018 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Terhadap Pelanggaran dengan denda sebesar Rp250.000.

Dalam peraturan di atas, warga hanya diperbolehkan membuang sampah mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB di tempat penampungan sampah sementara. Apila tak sesuai waktu dan tempat yang ditentukan, maka siap-siap dijaring Satgas DLHK Pekanbaru. (abd)



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+