Download our available apps

Pemko Pekanbaru Minta Rumah Sakit yang Tolak Pasien BPJS Ditindak Tegas
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho

Betuah Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, meminta rumah sakit yang menolak pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk ditindak tegas.

Hal itu disampaikan secara langsung oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, usai penandatanganan MoU atau nota kesepahaman tentang kelanjutan Program JKB dalam Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Kota Pekanbaru dalam Rangka Universal Health Coverage, bertempat di ruang rapat lantai 5 gedung utama komplek perkantoran terpadu walikota di Tenayan Raya, Kamis (8/1/2026).

"Salah satu poin terpenting dalam kerja sama tersebut adalah evaluasi menyeluruh terhadap rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," ucap Agung.

Disampaikannya, BPJS Kesehatan mesti memperingatkan rumah sakit yang bekerjasama supaya tidak menolak pasien, menyembunyikan ketersediaan kamar, atau melakukan praktik penambahan biaya di luar ketentuan BPJS.

Baca Juga

"Hal-hal seperti ini sangat memberatkan masyarakat,” tegas Agung.

Sebagai pembayar iuran BPJS Kesehatan terbesar yang mencapai Rp111 miliar di 2025, Pemko Pekanbaru menginginkan seluruh warga yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan bisa dilayani dengan baik saat berobat di rumah sakit.

"Kami ini merupakan salah satu pembayar iuran BPJS Kesehatan terbesar dengan nilai mencapai Rp111 miliar," ungkap Agung.

Untuk memastikan warga bisa mengakses layanan kesehatan secara mudah, Pemko Pekanbaru siap turun langsung bersama tim satuan tugas (satgas) untuk melakukan pengawasan di lapangan.

Selain pengawasan, Agung juga mendorong BPJS Kesehatan agar memberikan kemudahan dan kelonggaran sesuai ketentuan dalam memperluas kerja sama dengan rumah sakit yang belum menjadi mitranya.

Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pinggiran Kota Pekanbaru.

"Dengan semakin banyak rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, masyarakat di daerah pinggiran kota dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses," tutup Agung.***