Betuah Pekanbaru - Jumlah warga Pekanbaru yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak satu bulan terakhir, mencapai 6.622 orang.
Dari data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit terbanyak yang diderita warga akibat terpapar kabut asap.
Terhitung tanggal 24 Agustus hingga 21 September 2026, warga yang menderita ISPA tercatat sebanyak 5.820 orang yang didominasi oleh balita dan warga lanjut usia (lansia).
"Kemudian sisanya ada yang asma 228, ada juga pneumonia 17 kasus," ungkap Kepala Diskes Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto, Selasa (22/9/2026).
Ia menyampaikan untuk penderita ISPA selama kabut asap mencapai 300 orang per hari. Data penderita ISPA ini bersumber dari 21 puskesmas dan 30 rumah sakit di Kota Pekanbaru.
Diskes Pekanbaru memastikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak kabut asap terus diperkuat. Sebanyak 21 puskesmas dan Rumah Sakit Madani disiagakan untuk menangani warga.
"Kunjungan ke puskesmas meningkat karena banyak yang terpapar ISPA. Sabtu-Minggu kita tetap buka layanan, dan hari biasa kita buka sampai jam 9 malam," ucap Hazli.
Untuk meminimalisir dampak kabut asap terhadap kesehatan, warga khususnya kelompok rentan dihimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah.***
