Betuah Pekanbaru - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Pekanbaru, resmi dijabat Yuliarso.
Ia dilantik dan diambil sumpah jabatannya secara langsung oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, bertempat di aula lantai 6 gedung utama komplek perkantoran terpadu di Tenayan Raya, Kamis (5/11/2026).
Yuliarso dilantik bersamaan dengan 7 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) lainnya, yakni Abdul Jamal sebagai Kepala Dispusip, Muhammad Amin Kepala Disdalduk KB dan Hazli Fendriyanto Kepala Dispora.
Kemudian Idrus sebagai Kepala Kesbangpol, Alek Kurniawan Kepala Dinas Koperasi UKM, Irwan Suryadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, serta Khairani sebagai Staf Ahli Walikota bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.
Dalam arahannya, Agung menyampaikan alasan menempatkan Yuliarso sebagai Kalaksa BPBD.
"Beliau (Yuliarso) sudah memiliki banyak pengalaman, mulai dari Kadishub, pernah di Satpol PP, Kadispora, dan sekarang kita percayakan di BPBD," ujar Agung.
Dengan pengalamannya yang telah menempati sejumlah jabatan strategis, Yuliarso dipercaya akan dapat menjalankan tugas dengan sebaik mungkin.
Salah satu tugas yang diberikan kepada Yuliarso adalah mengatasi dan menangani kebakaran lahan dengan terus berkoordinasi dengan TNI/Polri.
"Kami percaya dengan pernah menjabat sebagai Kepala Dishub, Satpol PP, pak Yuliarso tentu akan lebih mudah berkoordinasi dengan TNI dan Polri," tegas Agung.
Di samping itu, Yuliarso juga diminta lebih aktif mencari tambahan anggaran untuk penanganan bencana ke Pemerintah Pusat.
Sementara itu, Yuliarso menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Walikota Agung. Ia menyatakan siap menjalankan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.
Ia menyebutkan, penanganan kebencanaan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
Sebagai langkah awal, BPBD akan melakukan pemetaan terhadap wilayah dan titik-titik yang berpotensi mengalami bencana. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun langkah pencegahan.
"Kita akan melakukan mapping terkait daerah ataupun titik-titik rawan, terutama karhutla. Setelah pemetaan, tentu kita akan melakukan tindakan-tindakan pencegahan," ucap Yuliarso.
Selain karhutla, BPBD juga akan memberikan perhatian terhadap potensi bencana lainnya, termasuk banjir yang kerap terjadi akibat tingginya curah hujan dan menyebabkan genangan di sejumlah kawasan.
"Sesuai arahan bapak walikota, dalam menjalankan tugas, kami akan harus berkolaborasi dengan semua stakeholder, khususnya TNI, Polri, kemudian pemerintah provinsi dan pusat. Kita akan mengelola dukungan yang ada bersama-sama," tutupnya.***
