Pertama Kali, DPRD Gelar Paripurna Hari Jadi Inhu ke-68

Selasa, 19 Maret 2024 - 16:37:22 WIB Cetak

Bupati Reziya Meylani Yopi, bersama Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Pimpinan DPRD dan Ketua Pansus Hari Jadi Inhu, foto bersama.

Betuah Inhu- DPRD Kabupaten Indragiri Hulu, untuk pertama kalinya menggelar Rapat Paripurna dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-68 Kabupaten Inhu setelah disahkan tahun lalu, Selasa (19/3/2024).

Ketua Pansus Hari Jadi Kabupaten Inhu, Muhammad Syafaat, yakin momentum ini bakal menjadi tonggak kejayaan, perubahan, dan kesejahteraan kabupaten Inhu ke depan. Dulu, daerah kita ini tak punya hari jadi, tak tahu berapa usia kabupaten ini.

"Tahun lalu, palu sudah diketok ditetapkanlah hari jadi Inhu pada 19 maret 1956, artinya hari ini, tanah indragiri ini genap berusia 68 tahun," jelasnya.

Menurut Syafaat yang juga Ketua Komisi IV DPRD Inhu, dewan menggelar Rapat Paripurna di Dang Purnama hari ini di Kota Rengat, kota yang penuh dengan balutan sejarah kejayaan Kerajaan Indragiri.

"Qadarullah, karena tengah berada di luar kota, saya tak bisa hadir di acara yang istimewa ini. Semoga acaranya dapat berjalan dengan lancar serta sukses," harap Syafaat.

Lebih jauh Syafaat menceritakan, dulu saat menerima amanah sebagai Ketua Pansus Hari Jadi, dirinya merasa ini amanah yang tak mudah.

Sebab, Hari Jadi bagi sebuah daerah merupakan sebuah hal yang sakral. Menjadi penanda kemajuan suatu negeri. Sesuatu yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat Inhu.

"Bismillah, amanah itu akhirnya saya terima. Satu-satunya alasan adalah demi majunya kabupaten yang kita cintai ini. Masyarakat kita juga sudah lama mengidam-idamkan Hari Jadi ini," sebutnya.

"Kapan ya Inhu punya hari jadi seperti kabupaten lainnya? Begitu kira-kira pertanyaan yang sering terlontar dari masyarakat," ungkap Syafaat.

Lanjut Syafaat dirinya dan Pansus Hari Jadi terus bekerja, proses demi proses bergulir. Lebih kurang 3-4 bulan lamanya bertungkus-lumus menggodok, melakukan riset dan observasi, mencari referensi, studi banding, mendengarkan usulan dari para tokoh, sampai menggelar seminar.

"Saat itu, beragam aspirasi dan usulan datang dari berbagai kalangan. Kajiannya begitu kompleks. Tapi kita berusaha mewadahi berbagai pandangan itu," ucapnya.

Namun, kalau pendekatan ini yang dipakai, bakal memakan waktu yang panjang. Bakal banyak hambatannya. Salah satunya karena minimnya referensi terkait kesejarahan Kerajaan Indragiri.

Akhirnya, sampai pada titik temu bahwa ini adalah Pansus hari jadi Kabupaten Indragiri Hulu. Meski sejarah Inhu yang panjang tak bisa dipisahkan. Tak bisa dilepaskan begitu saja dalam perjalanan Kabupaten tua ini. Ia memiliki ketersambungan.

"Hari ini, sejuta harapan membentang panjang. Akan indragiri yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera lagi masyarakatnya," jelas Syafaat.

Ucapan terima kasih teruntai kepada putra jati Inhu yang juga Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf.

Kemudian, Ketua Persebatian Kerajaan Indragiri Hulu  HR Maizir Mit, Ketua LAM Inhu Datuk Ali Fahmi Aziz, Ketua-Ketua LAM Kecamatan se-Inhu, seluruh pihak terkait, dan seluruh komponen masyarakat Inhu.

"Doa dari saya untuk seluruh pemangku amanah di negeri ini, mulai dari bupati hingga kepala desa mampu menjadi contoh dan teladan dalam kepemimpinan untuk mewujudkan Inhu yang lebih adil dan sejahtera," harap Syafaat.(zl/***)



Baca Juga Topik #Inhu+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+