Betuah Pekanbaru- Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Tahun 2026 di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Kamis (5/2/2026), dengan mengusung tema “Kolaborasi PHRI dan Pemerintah Daerah untuk Pemulihan dan Pengembangan Pariwisata Riau.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah antara pelaku usaha pariwisata dan pemerintah daerah dalam mendorong kebangkitan sektor pariwisata Riau.
Rakerda dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho SE, MM dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Perbatas Setia Dewa serta Ketua BPD PHRI Riau Ir. Nofrizal, MM. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau menegaskan pentingnya keselarasan visi antara dunia usaha dan pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, kinerja pariwisata tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 22 persen, yang berdampak langsung pada peningkatan tingkat hunian hotel.

Wali Kota Pekanbaru menyatakan kesiapan Pemerintah Kota untuk berkolaborasi dengan PHRI dalam pengembangan pariwisata, didukung posisi strategis Riau sebagai provinsi penghubung di Pulau Sumatera. Ia juga menyebut kebijakan pemerintah yang kembali memperbolehkan pelaksanaan kegiatan di hotel sebagai angin segar bagi industri perhotelan, serta mengajak para pelaku usaha hotel untuk bergabung dengan PHRI guna memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua BPD PHRI Riau Ir. Nofrizal, MM menekankan bahwa kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah merupakan kunci keberlanjutan industri hotel dan restoran. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak hotel di Riau dan Kota Pekanbaru yang belum tergabung dalam PHRI, padahal sektor ini memiliki peran strategis dalam penyerapan tenaga kerja serta mendorong perputaran ekonomi daerah. PHRI Riau berharap adanya kebijakan pemerintah daerah yang mendukung kepastian investasi, kemudahan perizinan, serta terciptanya iklim usaha yang kondusif.

Ketua Panitia Rakerda II, Aguswandi, menambahkan bahwa Rakerda II PHRI Riau menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan. Selain agenda utama rapat kerja, kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai rangkaian acara pendukung, antara lain lomba mewarnai tingkat TK dan PAUD yang diikuti oleh lebih dari 100 anak, dimana para pemenang dan juara favorit memperoleh trophy, sertifikat, serta goodie bag. Rakerda II PHRI Riau juga dimeriahkan dengan juggling performance dari komunitas Pekanbaru Bar Sharing serta demo Making Bed oleh Ikatan Housekeeping, sebagai bentuk edukasi dan promosi keterampilan industri perhotelan kepada masyarakat.

Rakerda II PHRI Riau diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan antara pelaku industri pariwisata dan pemerintah daerah demi kemajuan pariwisata Riau.***
Penulis: MH Haikal/Rls