Korsleting Listrik Pemicu Utama, Kebakaran Bangunan di Pekanbaru Meningkat Tajam

Rabu, 03 Juni 2026 - 21:30:06 WIB Cetak

Plh Asisten II Setdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin

Betuah Pekanbaru - Kejadian kebakaran bangunan di Kota Pekanbaru tahun ini, alami peningkatan yang cukup tajam berkisar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan data yang diperoleh, sekitar 80 persen kejadian kebakaran bangunan dipicu korsleting atau arus pendek listrik.

"Karena itu, kami perlu mengambil langkah mitigasi sejak dini. Agar risiko kebakaran dapat ditekan," kata Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin.

Disampaikannya, upaya meminimalisir kebakaran bangunan dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan program perbaikan instalasi listrik secara gratis di rumah warga kurang mampu.

Dijelaskan Ami, sapaan Zulhelmi Arifin, perbaikan instalasi listrik gratis bekerja sama dengan PLN diprioritaskan di pemukiman padat penduduk. Terlebih lagi, banyak wilayah yang memiliki akses jalan sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam kebakaran menjangkau lokasi saat terjadi kebakaran bangunan.

"Jika kebakaran terjadi di kawasan seperti ini, risiko penyebarannya sangat tinggi karena akses mobil pemadam kebakaran terbatas," tegasnya.

"Oleh sebab itu, kami melakukan mitigasi dengan memperbaiki instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan kebakaran," ulas Ami.

Di 2026 ini, lanjut dia, Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Walikota Agung Nugroho, menargetkan memperbaiki instalasi listrik secara gratis sebanyak 2.500 rumah warga kurang mampu.

Tahap awal pelaksanaan program yang dimulai awal Juni ini, terdapat 100 rumah warga kurang mampu yang jadi sasaran perbaikan.

"Seluruh pekerjaan (perbaikan tahap awal) diharapkan dapat rampung dalam bulan ini," tutup Ami.

Program perbaikan instalasi listrik bagi warga kurang mampu sendiri merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Pekanbaru tahun 2026.***



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+