Satgas DLHK Pekanbaru OTT 141 Warga Buang Sampah Sembarangan

Selasa, 08 Oktober 2019 - 11:35:19 WIB Cetak

Satgas DLHK Pekanbaru mengamankan warga yang buang sampah sembarangan dan di luar waktu yang ditetapkan. (Dok DLHK)

BETUAH.COM, PEKANBARU - Tim Satuan Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (Satgas DLHK) Kota Pekanbaru, sepanjang 2019 ini sudah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 141 warga yang membuang sampah sembarangan dan di luar jadwal yang ditetapkan.

Kepala DLHK Pekanbaru Zulfikri melalui Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Hukum Rubi Adrian mengatakan, 141 warga yang terjaring tersebut langsung dilakukan penindakan oleh petugas. Mereka diwajibkan membayar denda sesuai aturan berlaku.

Namun dari 141 warga yang terjaring, baru 76 di antaranya telah menyelesaikan pembayaran denda. "Sementara 65 lainnya belum membayar denda, sehingga KTP nya terpaksa disita," ungkapnya, Selasa (8/10/2019).

Disampaikan Rubi, penerapan denda bagi warga yang membuang sampah sembarangan dan di luar jadwal yang ditetapkan itu sesuai Peraturan Walikota (Perwako) nomor 134 tahun 2018. 

Yang mana, terang dia, warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan bisa dikenai denda sebesar Rp250 ribu dan denda maksimal Rp5 juta sesuai volume sampahnya.

Tim Satgas DLHK Kota Pekanbaru saat amankan warga yang buang sampah sembarangan dan di luar jadwal yang telah ditetapkan.

Meski telah banyak warga yang disanksi, namun diakui Rubi masih ada juga warga yang membandel dengan tetap membuang sampah di luar waktu yang ditetapkan yakni dari pukul 19.00 hingga 05.00 WIB.

"Untuk itu kita meminta kepada pihak kelurahan dan RT/RW agar dapat mensosialisasikan aturan tersebut kepada warga di lingkungan masing-masing, sehingga pelanggaran dapat diminimalisir," harap dia.

Lebih jauh disampaikan Rubi, bagi warga yang tidak membayarkan denda maka akan dilakukan pemblokiran sementara terhadap KTP warga bersangkutan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

"Kalau sudah bayar, nanti kami akan surati Disdukcapil untuk membuka blokirnya, karena pelanggar sudah melaksanakan kewajibannya," tutup dia. (abd) 



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+