ODP dan PDP Corona di Pekanbaru Terus Bertambah, 1 Positif

Selasa, 24 Maret 2020 - 21:12:18 WIB Cetak

Tim medis saat melakukan disinfektan di kediaman warga yang positif corona, baru-baru ini. (Foto Istimewa)

Betuah Pekanbaru - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di Kota Pekanbaru, terus bertambah.

Dari data yang dirilis tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pekanbaru, jumlah ODP meningkat dari 166 orang pada Senin (23/3/2020) hingga pukul 16.00 WIB, menjadi 221 orang pada Selasa (24/3/2020) pukul 16.00 WIB atau bertambah sebanyak 55 orang.

Kemudian PDP dari 22 orang pada Senin (23/3/2020) hingga pukul 16.00 WIB, naik menjadi 27 orang pada Selasa (24/3/2020) hingga pukul 16.00 WIB.

Sementara untuk pasien positif corona masih tetap 1 orang dan kini masih mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Riau.

"Secara sebaran, saat ini seluruh kecamatan di Pekanbaru sudah ada yang masuk kategori PDP," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas PPC Kota Pekanbaru Mas Irba Sulaiman dalam jumpa pers di Media Center Covid-19, Selasa (24/3/2020) sore.

Dari data yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pekanbaru, terang Irba, ODP terbanyak tercatat di Kecamatan Tenayan Raya berjumlah 46 orang dan PDP 6 orang.

Kemudian disusul Kecamatan Marpoyan Damai dengan ODP 37 orang dan PDP 6 orang, dan di Kecamatan Bukit Raya tercatat sebanyak 25 ODP dan 6 PDP, serta 1 orang positif.

"Sisanya 113 ODP dan 9 PDP lainnya tersebar di sembilan kecamatan," urai Irba yang juga Kepala Bagian Humas Setdako Pekanbaru ini.

Mengingat terus meningkatnya jumlah ODP dan PDP, lanjut dia, Walikota Pekanbaru Firdaus menyayangkan masih banyaknya warga yang beraktivitas di luar rumah terutama di wilayah Kecamatan Tampan.

"Untuk itu, bapak walikota mengintruksikan kepada perangkat kecamatan dan Satpol PP dengan berkoordinasi bersama aparat kepolisian agar menindaklanjuti informasi tersebut untuk segera ditertibkan," ucapnya.

Disampaikan Irba, penyebaran gejala Covid-19 yang cukup masif harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

"Bapak walikota selaku Ketua Gugus Tugas menginginkan tidak ada lagi aktivitas yang mengundang keramaian, bahkan aktivitas jual beli di pinggir jalan (PKL-Red) juga agar ditiadakan," tutupnya.

Untuk diketahui, di wilayah Tampan yang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat, hingga kini aktivitas pedagang di pinggir jalan seperti di Jalan HR Soebrantas masih tetap berlangsung di tengah kekhawatiran merebaknya wabah virus corona. (abd)



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+