AFS Global STEM Innovator 2025.
Betuah Pekanbaru - Bina Antarbudaya yang didukung oleh SKK Migas, KKKS dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), menggelar program American Field Service (AFS). Ada 10 peserta siswa SMA dari wilayah operasionalnya dalam program AFS Global STEM Innovators 2025.
Program ini merupakan pengembangan pelajar tingkat SMA/sederajat berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan intercultural learning.
Rangkaian AFS Global STEM Innovators 2025 dilaksanakan dalam dua batch, dengan acara puncak berupa lokakarya (workshop) di Jakarta, yaitu batch 1 pada 10–15 November 2025 dan batch 2 pada 15–20 Desember 2025.
Sebelum mengikuti kegiatan tatap muka tersebut, para peserta terlebih dahulu menjalani rangkaian pembelajaran daring selama empat minggu sebagai tahap persiapan dan penguatan materi.
Program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan kompetensi STEM dan kompetensi global agar mampu berpikir kritis, inovatif, dan berwawasan keberlanjutan.
Bagi PHR, partisipasi dalam program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global, sekaligus investasi jangka panjang bagi pembangunan sosial dan ekonomi di wilayah sekitar operasi migas.

Program AFS Global STEM Innovators 2025 dilaksanakan melalui pendekatan pembelajaran terpadu yang menggabungkan pengetahuan STEM dengan kompetensi global (Global Competence). In-person workshop tahun ini berfokus pada sektor kesehatan dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) sesuai minat peserta, dengan metode pembelajaran berbasis praktik langsung (hands-on experience), seperti coding dan perakitan robot AI, pendalaman kecerdasan artifisial di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, serta pembelajaran anatomi tubuh manusia melalui kunjungan ke Museum IMERI Fakultas Kedokteran UI.
Selain itu, peserta mengikuti kunjungan edukatif ke kantor SKK Migas untuk mendalami industri minyak dan gas, serta ke Museum Nasional sebagai bagian dari pengayaan wawasan kebangsaan. Selama rangkaian kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi aktif, tanya jawab dengan fasilitator, serta kerja kolaboratif.
"Sangat semangat, karena pertama ikut kegiatan seperti ini. Namun aku sangat antusias karena program ini menambah motivasi dan membuat pengalamanku berkembang di bidang STEM," ungkap Widya, salah satu peserta.
Sementara itu, Roy Widiartha, Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat SKK Migas, menyampaikan harapannya, agar peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berinteraksi, berkoneksi, dan berkolaborasi.
"Kami berharap di hulu migas akan hadir engineer dari perkumpulan saat ini," harap Roy.
Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Bina Antarbudaya, Asmir Agoes. Asmir menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan program Global STEM Innovations 2025.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa yang membanggakan. Semoga seluruh ilmu dan pengalaman berharga yang kalian peroleh selama program ini dapat menjadi bekal untuk masa depan, serta menginspirasi langkah kalian berikutnya,” kata Asmir.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, peserta AFS Global STEM Innovators dari wilayah operasional Pertamina Hulu Rokan, khususnya batch 1, didorong untuk melakukan sharing knowledge di sekolah masing-masing agar manfaat dan semangat pembelajaran dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekolah dan komunitas.
Kegiatan AFS Global STEM Innovators 2025 memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi para peserta. Melalui rangkaian pembelajaran daring dan workshop tatap muka, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru di bidang STEM, khususnya terkait kecerdasan artifisial dan kesehatan, tetapi juga merasakan peningkatan motivasi, kepercayaan diri, serta keberanian untuk berpikir kritis dan inovatif. Proses belajar yang interaktif dan berbasis praktik mendorong peserta untuk aktif bertanya, berkolaborasi, dan mengasah kemampuan pemecahan masalah.
Selain penguatan kompetensi akademik dan teknis, kegiatan ini turut memperluas wawasan global peserta serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam menjawab tantangan masyarakat. Dampak pembelajaran juga meluas ke lingkungan sekolah dan komunitas, melalui komitmen peserta untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh.
Dengan demikian, program ini tidak hanya membekali peserta secara individu, tetapi juga menumbuhkan potensi lahirnya agen perubahan muda yang inspiratif dan berdaya saing global.(rls)