Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, menjelaskan terkait waste station kepada delegasi IMT-GT.
Betuah Pekanbaru - Waste station yang sudah beroperasi di Kota Pekanbaru, berhasil menarik perhatian Delegasi Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang menjadi peserta pertemuan Green Cities Mayor Council (GCMC).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra menyebutkan, ketertarikan itu disampaikan delegasi IMT usai melakukan peninjauan ke waste station di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang, Rabu (5/8/2026) sore.
"Setelah melihat langsung, banyak delegasi yang tertarik dengan waste station ini," ungkapnya, Kamis (6/8/2026).
Saat ini, kata Reza, sudah terdapat dua waste station yang beroperasi di Kota Pekanbaru. Pertama di RTH Tunjuk Ajar Integritas di Jalan Ahmad Yani, dan kedua di RTH Putri Kaca Mayang di Jalan Jenderal Sudirman.
"Jadi, sekarang Pekanbaru sudah memiliki dua waste station," ujarnya.
Dijelaskan Reza, waste station merupakan fasilitas khusus untuk mengumpulkan, mengelola, dan mengolah berbagai jenis sampah anorganik.
Di waste station ini, warga bisa menukarkan sampah anorganik yang dihasilkan setiap hari menjadi uang elektronik atau e-money.
"Waste station ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada warga bahwa sampah anorganik ini sangat berbahaya. Dengan adanya rekosistem, sampah anorganik bisa diolah, dipilah dan kemudian ditukar menjadi uang elektronik," ucapnya.
Sesuai arahan Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, lanjut Reza, nantinya waste station bakal dibuka di 10 titik sehingga warga lebih mudah untuk melakukan penukaran sampah anorganik menjadi uang elektronik.
"Kalau sekarang baru ada dua titik. Target kita ada 10 titik waste station nantinya," tutupnya.***