Kabut Asap Usai, Pekanbaru Kini Siap Siaga Hadapi Dampak Musim Hujan

Sabtu, 26 September 2026 - 23:25:47 WIB Cetak

Sekdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin, saat memimpin apel siaga terpadu, Sabtu (26/9/2026).

Betuah Pekanbaru - Kota Pekanbaru, Riau, kini mulai siap siaga menghadapi dampak musim hujan setelah sebelumnya diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin menyebutkan, pemerintah kota mesti memperkuat Kesiapsiagaan menghadapi peralihan cuaca dari kemarau ke hujan.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan tersebut, terang Ami, sapaan Zulhelmi Arifin, Pemko Pekanbaru telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Peralihan Cuaca, Penanganan Genangan dan Banjir, Kebersihan Lingkungan, Serta Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Penerbitan SE ini merupakan tindak lanjut dari arahan Walikota Pekanbaru, agar seluruh jajaran melaksanakan kegiatan secara terpadu berdasarkan titik permasalahan dan wilayah prioritas," ujarnya, usai memimpin apel siaga terpadu, bertempat di halaman kantor Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman, Sabtu (26/9/2026).

Dalam SE dimaksud, kata Ami, walikota menginstruksikan para camat dan lurah untuk turun langsung memeriksa wilayah masing-masing, terutama lokasi yang pernah mengalami banjir dan genangan pada tahun lalu.

Setiap camat dan lurah diminta memetakan titik rawan, mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan penanganan, serta memastikan setiap permasalahan ditindaklanjuti hingga tuntas.

"Secara khusus, Kecamatan Rumbai, Rumbai Barat, dan Rumbai Timur ditetapkan sebagai wilayah prioritas kesiapsiagaan," ungkapnya.

Guna mempermudah penanganan, pihak Kecamatan Rumbai, Rumbai Barat dan Timur diminta segera petakan kembali titik rawan banjir, saluran tersumbat, kawasan rendah, akses keluar-masuk warga, serta kelompok masyarakat yang perlu mendapat prioritas apabila terjadi keadaan darurat.

Sementara untuk kecamatan lainnya juga diminta melakukan pemetaan dan penanganan terhadap titik rawan di wilayah masing-masing.

Dalam penanganan infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama camat dan lurah diminta memastikan drainase, gorong-gorong, anak sungai, serta jalur pembuangan air tidak tersumbat.

Pemeriksaan dan penanganan diprioritaskan pada lokasi yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir. Titik yang membutuhkan dukungan alat berat juga diminta segera ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersama Pasukan Lestari dan Pasukan Kuning akan melakukan pembersihan di lokasi prioritas. Pembersihan meliputi sampah, rumput, sedimen, serta material lain yang berpotensi menghambat aliran air.

Pekerjaan pembersihan akan dilakukan secara bersamaan dengan penanganan saluran apabila kedua kebutuhan tersebut ditemukan pada lokasi yang sama.

Sedangkan untuk pencegahan DBD, juga menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama puskesmas diminta melakukan pemetaan kasus DBD, pemeriksaan jentik, sosialisasi 3M Plus, serta penanganan cepat terhadap warga yang mengalami demam tinggi.

Hasil pemetaan kasus dan pemeriksaan jentik selanjutnya dikoordinasikan dengan camat dan lurah. Agar, pencegahan DBD dapat berjalan bersamaan dengan kegiatan pembersihan lingkungan.***



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+