Asisten I Setdako Pekanbaru Syamsuwir (tiga dari kanan), foto bersama usai rapat Monitoring Percepatan Pelaksanaan Program MBG di Kabupaten/Kota se Provinsi Riau.
Betuah Pekanbaru - Kota Pekanbaru, ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pilot project atau percontohan di Provinsi Riau dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Pekanbaru Syamsuwir mengatakan, untuk tahap awal program MBG dengan konsep prasmanan ini akan dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Islam Unggul Asy-Syakirin.
"Pelaksanaannya dimulai Hari Senin depan tanggal 9 November 2026," ungkapnya, usai mengikuti rapat Monitoring Percepatan Pelaksanaan Program MBG di Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, Jumat (6/11/2026).
Bertempat di Ruang Melati Lantai 3 Kantor Gubernur Riau, rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi. Rapat dihadiri Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau Ranto, serta perwakilan kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Disampaikan Syamsuwir, program MBG dengan konsep prasmanan merupakan inovasi yang dikembangkan oleh BGN.
"Kita dari Pemerintah Kota Pekanbaru siap untuk menyukseskan pelaksanaan program ini," ujarnya.
Di samping itu, terang Syamsuwir, dalam rapat tersebut juga ada pembahasan terkait jangkauan pemberian MBG dan pelaksanaan sertifikat laik higiene sanitasi.
Sementara itu, Kepala KPPG Riau Ranto menjelaskan, penunjukan Pekanbaru sebagai pilot project MBG konsep prasmanan menjadi kesempatan bagi daerah untuk mendukung pengembangan inovasi pelayanan pemenuhan gizi di lingkungan pendidikan.
Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi peserta didik dalam menikmati makanan bergizi.
Disebutkan Ranto, pelaksanaan MBG konsep prasmanan untuk tahap awal memiliki sasaran terbatas. Peserta didik yang dilibatkan berasal dari dua kelas dengan jumlah penerima manfaat berkisar antara 50 hingga 70 orang.
"Kami berharap doa dari bapak dan ibu sekalian agar pelaksanaan piloting pada hari Senin besok dapat berjalan lancar," ucapnya.
"Melalui konsep makan bersama ini, anak-anak dapat membangun komunikasi yang baik dan mendapatkan pengalaman sosial yang positif di sekolah," tutup Ranto.***